MNC Digital Mengakuisisi Game Bergenre MOBA: Fight of Legends

Senin, 04 April 2022 - 20:50 WIB
loading...
MNC Digital Mengakuisisi...
MSIN melalui anak perusahaan PT Esports Star Indonesia (ESI) telah menandatangani perjanjian atas hak penerbitan game dengan hak global eksklusif dengan Sugarworks untuk game seluler bergenre MOBA bernama Fight of Legends. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PT MNC Digital Entertainment Tbk (MSIN) melalui anak perusahaan PT Esports Star Indonesia (ESI) telah menandatangani perjanjian atas hak penerbitan game dengan hak global eksklusif dengan Sugarworks untuk game seluler bergenre Multi-Player Online Battle Arena (MOBA) bernama Fight of Legends.

Dalam kesepakatan itu, MSIN menerima hak penerbitan secara perpetuasi dari game tersebut secara global, kecuali Vietnam. Berbasis di Seoul, Korea Selatan, Sugarworks adalah spesialis game dalam bidang Real-Time PvP, Sistem Esports, dan Konten Media VR.

Baca Juga: Industri Game Galang Donasi untuk Ukraina

Dengan lebih dari 20 tahun pengalaman dalam pekerjaan yang terkait dengan teknologi dan game, Won-Jun Yang (CEO Sugarworks), memimpin pembuatan dan pengembangan Fight of Legends, yang diharapkan akan diluncurkan pada Q3-2022.

“Seiring dengan pertumbuhan industri game, Perseroan mempercepat pelebaran portofolio gamenya untuk memastikan MSIN diposisikan secara strategis sebagai pendatang baru yang signifikan di sektor ini, dengan memanfaatkan jenis game FPS - Battle Royale dan MOBA untuk menarik basis penggemar gamer yang besar,” ucap Executive Chairman MNC Group & Direktur Utama MSIN, Hary Tanoesoedibjo.

Tersedia di iOS & Android dan dirancang khusus untuk beroperasi pada perangkat dengan spesifikasi rendah, memungkinkan partisipasi dari basis pengguna handset seluler yang lebih menyeluruh.

Fight of Legends telah berhasil melewati seluruh proses yang relevan untuk debut dan dengan cepat menjadi favorit di antara para pemain game secara global karena popularitas game MOBA di pasar, durasi permainan per sesi yang lebih pendek, lebih casual, dan memberikan gameplay yang lebih mudah bagi pemainnya.

Game ini akan didukung penuh oleh kemampuan pemasaran dan promosi grup yang kuat untuk peluncurannya ke pasar Indonesia, dengan memanfaatkan 4 TV FTA milik MNC (pangsa pemirsa 48,2% di slot Prime Time dan 42,8% pangsa pemirsa di slot All Time/Jan 22), Portal online (80+ juta MAU/Jan 22), Media sosial (449+ juta subscribers/followers dengan 55+ miliar views/Jan 22) dan aplikasi super AVOD & SVOD ( ~110 juta MAU/Jan 22).

“Kemitraan kami dengan Sugarworks, di samping posisi dominan MNC Group dalam produksi konten, kepemilikan IP, dan sektor distribusi media, tidak hanya memberikan keuntungan besar dalam sinergi promosi game,” ungkap Hary Tanoesoedibjo.

“Tetapi juga memungkinkan kami untuk merilis secara cepat dalam skala besar dan menguji peluncuran fitur lebih lanjut yang diharapkan dalam industri game saat ini, baik dengan biaya lebih rendah dan waktu pemasaran yang lebih cepat, serta didukung oleh keahlian pengembangan dan paten yang dimiliki oleh Won-Jun dan timnya,” sambungnya.

Industri Game di Indonesia

Industri game di Indonesia telah mengalami peningkatan yang pesat dalam beberapa tahun terakhir, dengan peningkatan jumlah gamer dan waktu untuk bermain game. Game di perangkat seluler telah meningkat secara signifikan, Media Partners Asia (MPA) memperkirakan bahwa lebih dari 72% gamer mengakses game mereka melalui smartphone.

MPA juga memperkirakan bahwa Indonesia memiliki 147 juta gamer pada akhir tahun 2021, mewakili 38% dari populasi dan ini diperkirakan akan terus meningkat hingga mencapai 164 juta pada tahun 2026.

Pendapatan industri game di Indonesia cukup besar, dengan sektor seluler, PC, dan konsol menghasilkan lebih dari USD904 juta pada tahun 2021. Game yang diakses melalui perangkat seluler memiliki kontribusi yang besar dalam pengeluaran gamer, yaitu sebesar 75%, menunjukkan potensi yang kuat untuk studio game dan publisher games di tanah air.

Pada tahun 2026, MPA memproyeksikan bahwa sektor ini akan bertumbuh menjadi USD1,2 miliar, dengan CAGR pendapatan sebesar 6,5%, didukung oleh peningkatan kemampuan membayar konsumen.

“Dengan pencapaian pendapatan game yang memecahkan rekor di seluruh dunia, kita semakin dapat melihat peluang besar dalam game yang didukung oleh turnamen, kompetisi, dan acara online dan offline, memungkinkan gamer pada umumnya untuk tidak hanya menjadi superstar dalam game, tetapi juga mengubah keterampilan dalam bermain game mereka menjadi sumber pendapatan nyata bagi semua level pemain,” paparnya.

Baca Juga: Ribuan Gamers Indonesia Antusias Sambut Audisi Esports Star Indonesia

Dalam hal popularitas genre game, MOBA adalah genre #1 untuk gamer Indonesia di Mobile & PC, diikuti oleh game puzzle dan battle royale.
Judul-judul populer di genre MOBA termasuk Mobile Legends, League of Legends dan Arena of Valor, sementara di genre Battle Royale, game-game populer terkenal seperti FreeFire, PUBG dan Call of Duty (Warzone) menduduki peringkat teratas di pasar.

Dengan basis gamer yang sangat besar, peluang peningkatan pendapatan, dan dengan menempati dua dari tiga genre terpopuler di Indonesia, MNC Digital akan meluncurkan 2 game seluler bernama Rapid Fire (FPS - Battle Royale) dan Fight of Legends (MOBA), yang akan dirilis masing - masing pada Q2-2022 dan Q3-2022.

Performa dari game-game ini akan menjadi katalis bagi Perseroan ke depannya, karena pendapatan dari game akan mulai dimasukkan ke dalam operasional bisnis pada tahun 2022.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Akuisisi Aster Jadi...
Akuisisi Aster Jadi Titik Balik Chandra Asri Group, Diversifikasi Bisnis Mulai Dongkrak Kinerja
Makin Mudah Berinvestasi,...
Makin Mudah Berinvestasi, Pegadaian dan KSEI Gandeng Tangan Kembangkan ETF Emas
Bakal Listing di Hong...
Bakal Listing di Hong Kong, MNC Animation Go Global Bidik 8 Juta Penduduk Dunia
V+Short Hadir Bawa Terobosan...
V+Short Hadir Bawa Terobosan Baru dalam Mobile Storytelling di Hong Kong
MNC Digital Mengambil...
MNC Digital Mengambil Langkah Strategis Menuju Pencatatan Saham Sekunder di HKEX dengan Pengajuan A1
Saham Melonjak Signifikan,...
Saham Melonjak Signifikan, MSIN Beberkan Rencana Ekspansi Global
MSIN Paparkan Strategi...
MSIN Paparkan Strategi Streaming Global di APOS 2026, V+Short Tembus 5 Juta Unduhan
Fasilitasi Pasar Sekunder...
Fasilitasi Pasar Sekunder Esports, HIDDEN SUPPLY Kelola Transaksi Aset Tak Berwujud
Fokus Penataan Portofolio,...
Fokus Penataan Portofolio, TelkomMetra Gandeng Fullerton Health untuk Ekspansi AdMedika Group
Rekomendasi
Motor Listrik Rp32 Juta...
Motor Listrik Rp32 Juta yang Tak Takut Jalan Rusak: Tyranno X Hadir di Jakarta Fair
Cara Praktis Pemesanan...
Cara Praktis Pemesanan Tiket Pesawat untuk Efisiensi Perjalanan Bisnis
Atasi Kekeringan, Warga...
Atasi Kekeringan, Warga Bekasi Bisa Dapat Bantuan Air Bersih Gratis
Berita Terkini
Potensi Sensus Ekonomi...
Potensi Sensus Ekonomi Melahirkan Ribuan Keputusan
Sah! Potongan Komisi...
Sah! Potongan Komisi Ojol Jadi 8% per Juli 2026, Aplikator Sudah Sepakat
Prudential Syariah Raih...
Prudential Syariah Raih Penghargaan Brand of the Year 2026
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Merosot 0,25% ke 6.101, Diwarnai Pelemahan 398 Saham
Wakil Kepala BPS RI:...
Wakil Kepala BPS RI: Sensus Ekonomi Akan Mampu Ukur Kontribusi Sektor Pendidikan terhadap Ekonomi DIY
Infografis
Pajak Digital Tembus...
Pajak Digital Tembus Rp26,75 Triliun, Kripto Sumbang Rp838,56 M
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved