Di Vietnam Ada Tanah yang Gratis, Investor Asing Pilih ke Sana

Jum'at, 19 Juni 2020 - 16:51 WIB
loading...
Di Vietnam Ada Tanah...
Foto/ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan salah satu penyebab investor lebih memilih Vietnam dibandingkan Indonesia. Kepala BKPM Bahlil Lahadia mengatakan, ternyata harga tanah di Indonesia lebih mahal jika dibandingkan dengan Vietnam.

Bahlil memaparkan, harga tanah di kawasan industri kita, rata-rata Rp3 juta per meter persegi. Bahkan, ada harga yang lebih mahal lagi, mencapai Rp4 juta per meter persegi.
"Di Vietnam harga tanah cuma Rp1 juta. Bahkan, ada tanah yang gratis," kata Bahlil, di Jakarta, Jumat (19/6/2020).

Bahlil melanjutkan sudah memiliki data perbandingan harga tanah di Indonesia dengan negara lainnya di ASEAN. Rata-rata harga tanah di Indonesia Rp3,17 juta/meter persegi, Thailand Rp3,03 juta, Filipina Rp1,79 juta, Malaysia Rp1,41 juta, dan Vietnam Rp1,27 juta.

"Jadi pengusaha itu selalu membandingkan antara kita dengan kompetitor. Maknya kita kemudian mencari solusi," katanya. ( Baca:Pangkas Layanan, Cara Startup Bertahan di Tengah Krisis )

Dia meminta jangan sampai penyedia kawasan industri berubah menjadi pelaku industri tanah, alias lebih mementingkan untung besar dari jualan tanah ketimbang menghidupkan industri. Jika itu terjadi, maka investor tentu enggan untuk menanamkan dananya di sini karena di awal sudah dihadang oleh biaya yang besar untuk lahan.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Investasi Asing Lebih...
Investasi Asing Lebih Pilih Malaysia, Singapura, dan Vietnam daripada Indonesia
Porsi Investasi Asing...
Porsi Investasi Asing Cuma 1,8%, Ekonom: Perizinan Masih Berlarut-larut
Qavah Group Fasilitasi...
Qavah Group Fasilitasi Ekspansi Investor China ke Pasar Indonesia
Menko AHY Sebut Proyek...
Menko AHY Sebut Proyek Giant Sea Wall Melindungi Aset Nasional: 70 Kawasan Industri dan 5 KEK
Puji Ritel Asal Korea,...
Puji Ritel Asal Korea, BPJPH: Investasi Asing Justru Peduli Aturan Halal
Jababeka Infrastruktur...
Jababeka Infrastruktur Satu-satunya Kawasan Industri Raih PROPER Hijau Keenam Kali
Perkuat Investasi Daerah...
Perkuat Investasi Daerah BRI Jalin Kolaborasi dengan BP Batam, BKPM dan Kementerian UMKM
Didominasi Karyawan...
Didominasi Karyawan IMIP, Perputaran Uang di Bahodopi Rp5,9 Triliun per Tahun
Kawasan Ekonomi Khusus...
Kawasan Ekonomi Khusus sebagai Katalis Ekonomi Nasional
Rekomendasi
SMUP Unpad 2026 Digelar...
SMUP Unpad 2026 Digelar Hari Ini, Cek Ketentuan yang Harus Dipatuhi
Gunung Dukono Kembali...
Gunung Dukono Kembali Erupsi Pagi Ini, Luncurkan Abu Vulkanik 1.000 Meter
3 Guru Besar Kedokteran...
3 Guru Besar Kedokteran Bakal Jadi Saksi Ahli Dokter Tifa
Berita Terkini
Harga Pertamax Rp16.250...
Harga Pertamax Rp16.250 Bikin Pusing, Pengemudi Ojol dan Warga Teriak
IHSG Tergelincir di...
IHSG Tergelincir di Awal Sesi Sentuh 5.744, Transaksi Pagi Cetak Rp1,1 T
Kilau Emas Antam Kembali...
Kilau Emas Antam Kembali Meredup, Hari Ini Turun Rp20 Ribu ke Rp2.713.000 per Gram
Gencatan Senjata Gagal!...
Gencatan Senjata Gagal! Harga Minyak Dunia Terbang Tinggi Hampir 1% saat AS Kembali Gempur Iran
Tarif Trump 18% Mengancam...
Tarif Trump 18% Mengancam Komoditas Unggulan Nasional, RI Rayu AS Minta Pengecualian
Pertamax Naik Rp3.950...
Pertamax Naik Rp3.950 Jadi Rp16.250/Liter, Ini Daftar Lengkap Harga BBM di SPBU Pertamina
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved