Beban Ekonomi Makin Berat, Anak-anak Dibantu Tidak Putus Sekolah
Jum'at, 13 Mei 2022 - 15:15 WIB
loading...
Tekanan ekonomi memaksa anak-anak putus sekolah kemudian bekerja di sektor informal atau turun ke jalan untuk mencari uang ala kadarnya. FOTO/Ilustrasi/dok.SINDOnews/Maman Sukirman
A
A
A
JAKARTA - Pandemi telah menyebabkan anak-anak putus sekolah karena beban ekonomi yang semakin berat. Tekanan ekonomi memaksa anak-anak putus sekolah kemudian bekerja di sektor informal atau turun ke jalan untuk mencari uang ala kadarnya.
Pada masa pandemi Covid-19, fenomena putus sekolah meningkat akibat pembelajaran jarak jauh tidak berjalan efektif. Berdasarkan laporan Kemendikbudristek bahwa ada 75.303 orang anak yang putus sekolah pada 2021.
Adapun jumlah anak yang putus sekolah di tingkat sekolah dasar (SD) merupakan yang tertinggi sebanyak 38.716 orang, mayoritas karena alasan ekonomi. Anak-anak yang putus sekolah kemudian mencari cara untuk menghasilkan uang membantu orang tua hingga turun ke jalan.
Baca Juga: Kementerian Keuangan Sebut Pengangguran Terus Alami Penurunan
Guna mencegah agar anak-anak tidak putus sekolah, Frisian Flag Indonesia berkolaborasi dengan SOS Children's Villages Indonesia mengajak masyarakat berdonasi Rp10.000 lewat pembelian susu di Shopee selama bulan April 2022 lalu. Kampanye 1.000 langkah kebaikan tersebut untuk membantu anak-anak yang putus sekolah terdampak pandemi yang disalurkan di sejumlah daerah di Indonesia.
"Dana yang terkumpul untuk membantu biaya pendidikan anak-anak Indonesia yang terdampak pandemi. Pandemi telah menyebabkan anak-anak putus sekolah karena beban ekonomi yang begitu berat," ungkap Corporate Partnership Manager SOS Children's Villages Indonesia Denisa Rizkiya, di Jakarta, baru-baru ini.
Baca Juga: Antisipasi Hepatitis Misterius dan Covid-19 Pascaliburan, P2G: Sekolah Jangan Abai Prokes
Pada masa pandemi Covid-19, fenomena putus sekolah meningkat akibat pembelajaran jarak jauh tidak berjalan efektif. Berdasarkan laporan Kemendikbudristek bahwa ada 75.303 orang anak yang putus sekolah pada 2021.
Adapun jumlah anak yang putus sekolah di tingkat sekolah dasar (SD) merupakan yang tertinggi sebanyak 38.716 orang, mayoritas karena alasan ekonomi. Anak-anak yang putus sekolah kemudian mencari cara untuk menghasilkan uang membantu orang tua hingga turun ke jalan.
Baca Juga: Kementerian Keuangan Sebut Pengangguran Terus Alami Penurunan
Guna mencegah agar anak-anak tidak putus sekolah, Frisian Flag Indonesia berkolaborasi dengan SOS Children's Villages Indonesia mengajak masyarakat berdonasi Rp10.000 lewat pembelian susu di Shopee selama bulan April 2022 lalu. Kampanye 1.000 langkah kebaikan tersebut untuk membantu anak-anak yang putus sekolah terdampak pandemi yang disalurkan di sejumlah daerah di Indonesia.
"Dana yang terkumpul untuk membantu biaya pendidikan anak-anak Indonesia yang terdampak pandemi. Pandemi telah menyebabkan anak-anak putus sekolah karena beban ekonomi yang begitu berat," ungkap Corporate Partnership Manager SOS Children's Villages Indonesia Denisa Rizkiya, di Jakarta, baru-baru ini.
Baca Juga: Antisipasi Hepatitis Misterius dan Covid-19 Pascaliburan, P2G: Sekolah Jangan Abai Prokes
Lihat Juga :