Beredar Video Viral PHK 65 Karyawan Unilever, Diduga di Jawa Timur

Senin, 16 Mei 2022 - 21:16 WIB
loading...
Beredar Video Viral PHK 65 Karyawan Unilever, Diduga di Jawa Timur
Ilustrasi foto/pexels/energepiccom
A A A
JAKARTA - Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) menjadi isu sensitif di masa sulit di mana ekonomi belum sepenuhnya pulih dari pandemi. Terkini, isu PHK juga menerpa perusahaan besar sekelas Unilever.

Hal itu terlihat dari sebuah video yang beredar di media sosial yang memperlihatkan adanya perdebatan antara dua pihak yang diduga terkait persoalan PHK 65 karyawan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).

Video berdurasi 2 menit 31 detik di TikTok diunggah oleh akun @eliassitumorang86 bertuliskan '14 Mei 2022 Video Viral PHK Sepihak PT Unilever Indonesia PHK Besar-Besaran'. Dalam video, seorang pria tampak mengungkapkan sesuatu terhadap kelompok orang di depannya.

"Enam puluh lima bukan satu, ini menyangkut istri dan anak kami. PHK santai gimana, ini menyangkut perut bu," kata seorang pria di video yang juga diunggah di akun Instagram @lambe_turah, dikutip Senin (16/5/2022).

Baca juga: Penjualan Tumbuh 1,4%, Unilever Cetak Keuntungan Rp5,7 Triliun di 2021

Seorang perempuan terdengar membalas pernyataan pria tersebut. "Bahasane seng enak bro," katanya. Sejumlah percakapan tampak terdengar samar untuk disimak. Pria itu menimpali jawaban perempuan itu sembari menerangkan dirinya berasal dari timur dengan logat yang keras. Menurutnya, bahasa yang dia pakai tidak ada masalah.



"Lho bahasa saya enak, gak ngancem, bahasa saya jelas dan tepat. Logat saya timur keras, tapi bukan saya memarahi ibu. Ibu perempuan, saya lahir dari rahim seorang perempuan, saya hormati ibu." tuturnya.

Dia merasa tidak terima dengan perlakuan perusahaan terhadap diri dan rekan-rekannya. "Unilever dari Colibri yang mendirikan bangsa Indonesia, ini perusahaan asing. Saya ingin ngomong ke ibu, perusahaan sekarang jadi perusahaan nomor satu di Indonesia, tapi apa yang kalian balas buat kami, apakah kami mencuri, apakah kami membawa minuman keras, apakah membawa senjata tajam," ungkapnya.

Seorang lainnya yang membawa spanduk tampak mengusap pundak kiri pria tersebut untuk menenangkan. "Bukan kami tidak mampu, tapi kami tidak mau dibeli dengan uang, di mana harga diri kami, sebagai anak bangsa kami pertaruhkan," ungkap pria itu.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1282 seconds (10.55#12.26)