Soal Garuda Indonesia, Erick Thohir: Ini Bukan Bisnis Gaya-gayaan
Senin, 27 Juni 2022 - 15:14 WIB
loading...
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menyatakan Garuda Indonesia bukan untuk bisnis gaya-gayaan. Pernyataan tersebut disampaikan setelah memperoleh kesepakatan damai dengan kreditur senilai Rp142 triliun melalui Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU).
"Ngapain kita bisnis gaya-gayaan. Lebih baik kita memperbaiki domestik kita yang sangat besar marketnya, tetapi luar negerinya sedikit itu pun umroh, haji dan kargo, yang lainnya lebih kepada domestik," ungkap Erick dalam konferensi pers, Jakarta, Senin (27/6/2022).
Baca Juga: Jaksa Agung: Kerugian Kasus Korupsi Pengadaan Pesawat Garuda Rp8,8 Triliun
Menurut dia Garuda Indonesia akan fokus penerbangan domestik, umroh, haji hingga kargo. Fokus tersebut sejalan dengan potensi market penerbangan domestik yang sangat potensial
Terkait homologasi yang dicapai emiten bersandi saham GIAA ini merupakan hasil kerja keras banyak pihak, sehingga mampu menghasilkan keputusan terbaik.
"Bahwa penyelesaian ini konkret tidak setengah-setengah, karena dalam melakukan perbaikan sebuah perusahaan, apalagi BUMN yang harus sehat dan juga bagian kita mengintervensi market seperti harga tiket yang lagi mahal hari ini, kan ini menjadi penyeimbang," kata dia.
"Ngapain kita bisnis gaya-gayaan. Lebih baik kita memperbaiki domestik kita yang sangat besar marketnya, tetapi luar negerinya sedikit itu pun umroh, haji dan kargo, yang lainnya lebih kepada domestik," ungkap Erick dalam konferensi pers, Jakarta, Senin (27/6/2022).
Baca Juga: Jaksa Agung: Kerugian Kasus Korupsi Pengadaan Pesawat Garuda Rp8,8 Triliun
Menurut dia Garuda Indonesia akan fokus penerbangan domestik, umroh, haji hingga kargo. Fokus tersebut sejalan dengan potensi market penerbangan domestik yang sangat potensial
Terkait homologasi yang dicapai emiten bersandi saham GIAA ini merupakan hasil kerja keras banyak pihak, sehingga mampu menghasilkan keputusan terbaik.
"Bahwa penyelesaian ini konkret tidak setengah-setengah, karena dalam melakukan perbaikan sebuah perusahaan, apalagi BUMN yang harus sehat dan juga bagian kita mengintervensi market seperti harga tiket yang lagi mahal hari ini, kan ini menjadi penyeimbang," kata dia.
Lihat Juga :