Alasan di Balik Beli Migor Curah Pakai PeduliLindungi, Kemenko Marves: Belajar dari Pengalaman

Selasa, 28 Juni 2022 - 18:35 WIB
loading...
Alasan di Balik Beli Migor Curah Pakai PeduliLindungi, Kemenko Marves: Belajar dari Pengalaman
Kemenko Marves menjelaskan, alasan pemilihan pemanfaatan PeduliLindungi jadi media pembelian minyak goreng curah rakyat (MGCR). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - PIt. Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves), Rachmat Kaimudin menjelaskan, alasan pemilihan pemanfaatan PeduliLindungi jadi media pembelian minyak goreng curah rakyat (MGCR).

Baca Juga: Ada 40 Ribu Pengecer Resmi Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi, Begini Cara Ceknya

Dia mengatakan, hal itu untuk mengantisipasi adanya penimbunan minyak goreng di masyarakat. Sebab, jika menggunakan NIK (Nomor Induk Kependudukan), risiko orang membeli minyak goreng di banyak warung kemungkinan akan besar.

"Kita belajar dari pengalaman. Jangan sampai ada penimbunan lagi, makanya pakai PeduliLindungi. Karena kalau pake foto KTP/NIK saja, satu orang bisa beli di banyak warung tanpa pengawasan. Kalau pakai PeduliLindungi lebih ketat," terang Rachmat dalam media briefing, Selasa (28/6/2022).

Selain itu, lanjut dia, PeduliLindungi sudah dipakai masyarakat Indonesia selama 2 tahun di masa pandemi. Itu artinya masyarakat sudah familiar dalam penggunaannya.

"Kita juga sudah fasih pakai aplikasi itu. Sekarang kemana-mana kan scan PeduliLindungi. Jadi kalau beli minyak goreng dengan scan barcode saja, saya yakin penerapannya nggak sulit," ujar Rachmat.

Baca Juga: Pembelian Minyak Goreng Pakai PeduliLindungi, Ini Peringatan Puan

Dia menambahkan, penggunaan PeduliLindungi ini juga mengatisipasi pemalsuan data pada KTP. Sebab, tak bisa dipungkiri, zaman sekarang segala sesuatu bisa dipalsukan.

Namun jika menggunakan PeduliLindungi, data yang tersimpan di dalam sistem adalah data asli yang ditercatat resmi di Dukcapil. "Kita menggunakan sistem PeduliLindungi ini bukan untuk membuat menjadi ribet, tetapi mencari solusi yang terbaik dan bisa tetap di kontrol oleh pemerintah," tandasnya.

(akr)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1203 seconds (10.101#12.26)