Kementerian ESDM Usul Pengguna Mobil Listrik Gratis Masuk Tol

Rabu, 03 Agustus 2022 - 22:10 WIB
loading...
Kementerian ESDM Usul Pengguna Mobil Listrik Gratis Masuk Tol
Ilustrasi mobil listrik. FOTO/Istimewa
A A A
JAKARTA - Pemerintah terus mendorong upaya percepatan penggunaan kendaraan listrik sebagai upaya menurunkan emisi karbon. Hal tersebut dianggap cukup berkontribusi dalam menurunkan polusi udara yang ada di kota.

Direktur Konservasi Energi Kementerian ESDM Puspa Dewi mengatakan saat ini pihaknya telah merancang upaya percepatan penggunaan Electrical Vehicle (EV). Salah satunya adalah usulan memberikan insentif yang menarik bagi para pengguna kendaraan listrik.

Baca Juga: Toyota Investasi Rp27 Triliun di Indonesia untuk Tingkatkan Produksi Kendaraan Listrik

Pemberian insentif, antara lain bebas parkir, bebas ganjil genap, bebas atau gratis masuk tol hingga pengurangan pajak kendaraan sehingga diharapkan ketertarikan masyarakat menggunakan kendaraan listrik meningkat. "Itu kita upaya untuk bisa diterapkan," ujar Puspa dalam diskusi virtual, Rabu (3/8/2022).

Di samping itu, dalam rangka percepatan ekosistem kendaraan listrik adalah dengan menyediakan pendanaan murah untuk para pembeli. "Saya gambarkan untuk konversi motor ini biayanya masih cukup mahal, karena beberapa komponen ini masih impor, ini dibutuhkan kerjasama antar vendor komponen, untuk produksi dalam negeri, saat ini berproses ," kata dia.

Tak hanya itu, upaya yang juga tengah dilakukan adalah percepatan pengembangan industri pendukung kendraan listrik dalam negeri, seperti baterai dan lain sebagainya. "Tentu saja ini menjadi wajib," kata dia.

Baca Juga: Dibikin dalam 18 Bulan, Konsep Mobil Listrik Mercedes Tempuh 1.000 Km dengan Sekali Charging

Selanjutnya adalah menjalankan program konversi motor BBM ke motor listrik. Sehingga masyarakat yang memiliki motor BBM dapat diganti menjadi motor listrik. "Kita saat ini membahas bagaimana jika subsidi BBM dialihkan menjadi subsidi ke hal lain, misalnya ke komponen daripada motor listrik, atau bisa langsung ke baterainya, karena biaya konversi ini masih mahal," pungkasnya.

(nng)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2165 seconds (11.252#12.26)