Kisah Miliarder Berharta Rp85,3 Triliun Berjuluk Raja Pasar Saham India

Rabu, 17 Agustus 2022 - 23:28 WIB
loading...
Kisah Miliarder Berharta...
Penghormatan terus mengalir kepada miliarder India, Rakesh Jhunjhunwala yang meninggal dunia pada usia 62 tahun. Ini kisah miliarder berharta Rp85,3 triliun yang dijuluki raja pasar saham India. Foto/Dok
A A A
MUMBAI - Penghormatan terus mengalir kepada miliarder India, Rakesh Jhunjhunwala yang meninggal dunia pada usia 62 tahun. Jhunjhunwala yang menghasilkan banyak uang dari pasar saham , meninggal pada hari Minggu di sebuah rumah sakit di kota Mumbai.

Pihak rumah sakit mengatakan, bahwa penyebab kematian miliarder Jhunjhunwala adalah karena "serangan jantung mendadak". Dijuluki sebagai Warren Buffett dari India, Jhunjhunwala diperkirakan memiliki kekayaan bersih sekitar USD5.8 miliar setara dengan Rp85,3 triliun (Kurs Rp14,722 per USD), menurut majalah Forbes.

Baca Juga: Banyak Miliarder Berbondong-bondong Ingin Tinggalkan India

Jhunjhunwala adalah bagian dari generasi investor yang mendapat manfaat dari reformasi bersejarah tahun 1991, yang membuka ekonomi India. Perdana Menteri (PM) Narendra Modi memimpin penghormatan kepada Jhunjhunwala, yang dengan teguh bullish di pasar saham India.

"Rakesh Jhunjhunwala sosok yang gigih. Penuh kehidupan, jenaka dan berwawasan luas, ia meninggalkan kontribusi yang tak terhapuskan bagi dunia keuangan. Dia juga sangat bersemangat tentang kemajuan India . Kepergiannya menyedihkan. Belasungkawa saya kepada keluarga dan pengagumnya. Om Shanti," tulis Narendra Modi di akun resmi Twitter miliknya.

Baca Juga: 10 Miliarder Terkaya India Tahun 2022, 2 Posisi Teratas Tak Punya Tandingan di Asia

"Dia sangat pandai membaca bisnis dan memiliki keyakinan, semangat, dan pendapat yang sangat blak-blakan tentang berbagai hal," kata pengusaha Motilal Oswal, yang mendirikan salah satu pialang terkemuka India.

Jhunjhunwala baru-baru ini mendukung Akasa Air, maskapai penerbangan murah terbaru India, yang mulai beroperasi pada awal Agustus. Ketika pandemi Covid telah memporak-porandakan perjalanan udara domestik selama dua tahun terakhir, kini lalu lintas penumpang telah meningkat tajam tahun ini.

Bagaimana Jhunjhunwala Menghasilkan Uang

Putra dari seorang petugas pajak, Jhunjhunwala mengatakan bahwa ia terpesona dengan saham sebagai seorang anak setelah melihat ayahnya menyeimbangkan investasi pasarnya.

Jhunjhunwala mulai berinvestasi di pasar saham pada tahun 1985, ketika dia berusia 25 tahun, dimana Ia mulai dengan bermodalkan USD100 yang dia pinjam dari seorang kerabat.

Dia kemudian mendirikan Rare Enterprises - nama itu diciptakan dari dua huruf pertama namanya dan nama istrinya Rekha. Jhunjhunwala memiliki reputasi sebagai pengambil risiko dalam semua investasinya, banyak di antaranya terbayar secara spektakuler.

Dalam profil tahun 2021, Forbes menulis bahwa Jhunjhunwala "memperoleh sentuhan Midas legendarisnya dengan memilih saham pemenang", dia juga baru-baru ini mulai melihat investasi ekuitas swastanya terbayar.

Satu dekade lalu, dia mengatakan, kepada Reuters dalam sebuah wawancara bahwa dia tidak suka dipanggil "Warren Buffett india". Ia menambahkan, bahwa CEO Berkshire Hathaway itu "jauh, jauh di depan" darinya.

"Saya bukan tiruan dari siapa pun. Saya Rakesh Jhunjhunwala," katanya.

Bullish di India

Veteran pasar, Ajay Bagga mengatakan kepada BBC bahwa Jhunjhunwala "mempersonifikasikan kisah India".

"(Dia adalah) seorang anak laki-laki kelas menengah yang naik pangkat untuk membangun kekayaan yang begitu besar, dan menyiapkan panggung untuk momentum pertumbuhan di pasar keuangan India," katanya.

Sambung Bagga menerangkan, bahwa Jhunjhunwala memiliki "optimisme untuk India" yang terus menular. Optimisme itu tercermin dalam julukan terkenal Jhunjhunwala lainnya - Banteng Besar Dalal Street-, referensi ke alamat Bursa Efek Bombay.

Bahkan Jhunjhunwala tetap optimis sampai seminggu terakhir sebelum kematiannya, dimana ia mengatakan kepada saluran berita CNBC-TV18 bahwa terlepas dari kondisi ekonomi global, ia percaya bahwa pasar India akan tumbuh, "tetapi pada kecepatan yang lebih lambat".

Dia juga seorang advokat yang kuat untuk bisnis India yang melakukan filantropi. "Rakesh sangat ingin membuat perbedaan sosial yang positif bagi India - dan bersedia berinvestasi secara signifikan dalam pengembangan sosial dan pendidikan India," ucap Pendiri Agastya International Foundation, Ramji Raghavan.

"Dia pernah mengatakan kepada saya bahwa alasan kesuksesannya adalah karena ayahnya telah mendorongnya sebagai seorang anak dengan rasa penasaran yang besar," terangnya.

Jhunjhunwala adalah investor awal di Agastya, yang menyumbangkan 500 juta rupee (USD6,3 juta) untuk misi yayasan dalam menanamkan pemikiran ilmiah dan rasa ingin tahu pada anak-anak.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MNC Sekuritas dan BRI...
MNC Sekuritas dan BRI Manajemen Investasi Ajak Investor Raih Reward Reksa Dana Total Rp2,5 Juta
Semringah di Pembukaan,...
Semringah di Pembukaan, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,25% ke 6.099
BEI Tegaskan MSCI Belum...
BEI Tegaskan MSCI Belum Putuskan Status Pasar Saham RI
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Elon Musk Jadi Kuadriliuner...
Elon Musk Jadi Kuadriliuner Pertama di Dunia, Seberapa Banyak Uangnya?
IHSG Besok Berpeluang...
IHSG Besok Berpeluang Lanjut Reli ke Level 6.100, Intip Faktor Pendongkraknya
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Rekomendasi
Awas, AI dalam Beberapa...
Awas, AI dalam Beberapa Bulan Lagi Bisa Lumpuhkan Pemerintahan di Berbagai Negara
Iran akan Bangun Saluran...
Iran akan Bangun Saluran Komunikasi Langsung Hormuz dengan AS
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Berita Terkini
Damessa Perluas Layanan...
Damessa Perluas Layanan lewat Cabang Baru di Cileungsi
SIG Sulap 60 Ton Sampah...
SIG Sulap 60 Ton Sampah Kelapa Jadi Pakan Ternak, Peternak di Aceh Hemat 60%
Kemenko PM Gelar Global...
Kemenko PM Gelar Global Talent Day, Buka Akses Kerja ke Jepang-Jerman
Selamatkan Petani, Peran...
Selamatkan Petani, Peran DSI dalam Tata Niaga Sawit Disebut Perlu Evaluasi Ulang
Purbaya Santai Tanggapi...
Purbaya Santai Tanggapi Risiko Pencucian Uang di Patriot Bond: Bisa Dipakai Bangun Ekonomi
Purbaya Buka Suara Soal...
Purbaya Buka Suara Soal Penolakan Rencana Tambah Layer Cukai Rokok
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved