Tak Akan Lagi Jadi Ibu Kota, Jakarta Tetap Menarik di Mata Pengusaha Properti
Kamis, 08 September 2022 - 20:47 WIB
loading...
Jakarta akan tetap menarik di mata pengusaha properti. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Realestat Indonesia ( REI ) DPD DKI Jakarta mengungkap peran Jakarta yang tetap besar. Walau tidak lagi menjadi ibu kota negara, Jakarta diyakini tetap menarik dan menjadi magnet utama sebagai pusat bisnis, investasi, dan keuangan.
Baca juga: Jelang Akhir Jabatan, Anies Resmikan 1.348 Unit Hunian DP 0 Rupiah
Ketua DPD REI DKI Jakarta Arvin F. Iskandar menilai dengan modal kelengkapan sarana dan prasarana infrastruktur pendukung, kesediaan sumber daya manusia yang unggul serta bonus demografi, menjadikan Jakarta magnet utama bisnis di Indonesia.
“Saat ini pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur sudah mulai berproses,” ungkap Arvin, Kamis (8/9/2022).
Status Jakarta, lanjut Arvin, menjadi topik utama dalam pelaksanaan Rapat Kerja Daerah Realestat Indonesia (Rakerda REI) yang tengah dilakukan saat ini. Topik utama yang dibahas adalah ihwal status baru Jakarta setelah resmi tidak menjadi ibu kota.
Jakarta, lanjut dia, apakah akan menjadi pusat perekonomian, pusat perdagangan atau kota jasa berskala global atau berskala internasional. Namun, pembahasan tentang kekhususan Jakarta akan dibahas lebih lanjut DPR dan pemerintah saat perubahan UU Jakarta nantinya.
Merujuk pernyataan Wakil Gubernur Jakarta Ahmad Riza Patria bahwa DKI akan tetap menjadi lokasi tujuan investasi dan bisnis di Indonesia pasca-pemindahan IKN. Pernyataan tersebut sejalan dengan riset Indonesia Property Watch (IPW), pasar properti di Jakarta akan tetap besar walaupun IKN pindah. Bahkan, pasar properti di Jakarta akan menyebar ke kota-kota penyangga di sekitarnya seperti di Depok, Tangerang, dan Bogor.
Baca juga: Jelang Akhir Jabatan, Anies Resmikan 1.348 Unit Hunian DP 0 Rupiah
Ketua DPD REI DKI Jakarta Arvin F. Iskandar menilai dengan modal kelengkapan sarana dan prasarana infrastruktur pendukung, kesediaan sumber daya manusia yang unggul serta bonus demografi, menjadikan Jakarta magnet utama bisnis di Indonesia.
“Saat ini pemindahan ibu kota dari Jakarta ke Kalimantan Timur sudah mulai berproses,” ungkap Arvin, Kamis (8/9/2022).
Status Jakarta, lanjut Arvin, menjadi topik utama dalam pelaksanaan Rapat Kerja Daerah Realestat Indonesia (Rakerda REI) yang tengah dilakukan saat ini. Topik utama yang dibahas adalah ihwal status baru Jakarta setelah resmi tidak menjadi ibu kota.
Jakarta, lanjut dia, apakah akan menjadi pusat perekonomian, pusat perdagangan atau kota jasa berskala global atau berskala internasional. Namun, pembahasan tentang kekhususan Jakarta akan dibahas lebih lanjut DPR dan pemerintah saat perubahan UU Jakarta nantinya.
Merujuk pernyataan Wakil Gubernur Jakarta Ahmad Riza Patria bahwa DKI akan tetap menjadi lokasi tujuan investasi dan bisnis di Indonesia pasca-pemindahan IKN. Pernyataan tersebut sejalan dengan riset Indonesia Property Watch (IPW), pasar properti di Jakarta akan tetap besar walaupun IKN pindah. Bahkan, pasar properti di Jakarta akan menyebar ke kota-kota penyangga di sekitarnya seperti di Depok, Tangerang, dan Bogor.
Lihat Juga :