RUU EBET Solusi Atasi Krisis Energi Fosil untuk Menjamin Ketersedian
Rabu, 14 September 2022 - 22:41 WIB
loading...
Selaras dengan komitmen Paris Agreement dimana 2030 ditargetkan terjadi penurunan CO2 sebesar 29%, maka Indonesia harus segera melakukan transisi energi ke Energi Baru Energi Terbarukan (EBET). Foto/Dok
A
A
A
BANJARMASIN - Energi merupakan komoditas strategis dan menjadi kepentingan semua negara di dunia. Peranan energi sangat penting bagi peningkatan kegiatan ekonomi dan ketahanan nasional sehingga pengelolaan energi yang meliputi penyediaan, pemanfaatan, dan pengusahaannya harus dilaksanakan secara berkeadilan, berkelanjutan, optimal, dan terpadu.
Baca Juga: Perpres Tarif EBT Terbit Pekan Ini, Panas Bumi Tak Lagi Dipatok ke BPP
Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Hery Susanto dalam Diskusi Publik Yayasan WCDS bertajuk pengembangan energi baru terbarukan dalam mendukung pelayanan publik di sektor kelistrikan, di Hotel Aston Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (14/9/2022).
"Ketersediaan energi yang mencukupi menjadi hal utama dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi sehingga kepastian jaminan pasokan energi menjadi fokus dalam kebijakan energi suatu negara", kata Hery Susanto.
Ia juga menekankan, pentingnya diversifikasi energi yang diterangkan olehnya bahwa diketahui cadangan sumber daya energi fosil terbatas, beremisi tinggi dan biaya mahal. Maka perlu adanya kegiatan diversifikasi sumber daya energi agar ketersediaan energi untuk publik bisa terjamin.
"Selaras dengan komitmen Paris Agreement dimana 2030 ditargetkan terjadi penurunan CO2 sebesar 29%, maka Indonesia harus segera melakukan transisi energi ke Energi Baru Energi Terbarukan (EBET),"" jelas Hery Susanto.
Baca Juga: Perpres Tarif EBT Terbit Pekan Ini, Panas Bumi Tak Lagi Dipatok ke BPP
Hal tersebut disampaikan oleh Anggota Ombudsman Republik Indonesia, Hery Susanto dalam Diskusi Publik Yayasan WCDS bertajuk pengembangan energi baru terbarukan dalam mendukung pelayanan publik di sektor kelistrikan, di Hotel Aston Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Rabu (14/9/2022).
"Ketersediaan energi yang mencukupi menjadi hal utama dalam menggerakkan pertumbuhan ekonomi sehingga kepastian jaminan pasokan energi menjadi fokus dalam kebijakan energi suatu negara", kata Hery Susanto.
Ia juga menekankan, pentingnya diversifikasi energi yang diterangkan olehnya bahwa diketahui cadangan sumber daya energi fosil terbatas, beremisi tinggi dan biaya mahal. Maka perlu adanya kegiatan diversifikasi sumber daya energi agar ketersediaan energi untuk publik bisa terjamin.
"Selaras dengan komitmen Paris Agreement dimana 2030 ditargetkan terjadi penurunan CO2 sebesar 29%, maka Indonesia harus segera melakukan transisi energi ke Energi Baru Energi Terbarukan (EBET),"" jelas Hery Susanto.
Lihat Juga :