Musim Dingin Terberat Eropa: Deindustrialisasi Mengancam Jerman

Minggu, 25 September 2022 - 07:56 WIB
loading...
Musim Dingin Terberat...
Sebagian besar industri di Jerman bergantung pada gas Rusia untuk bahan bakar ekonomi, namun deindustrialisasi mengancam seiring krisis pasokan gas. Foto/Dok
A A A
BERLIN - Di Jerman , sebagian besar industri bergantung pada gas Rusia untuk bahan bakar ekonomi yang dipimpin ekspor. Namun belakangan industri baja menghadapi biaya energi tambahan sebesar 10 miliar euro, sekitar seperempat dari omzet tahunan rata-rata semua sektor, dengan biaya tambahan untuk transisi hijau Uni Eropa.

"Jika kita tidak menarik pelatuknya sekarang, musim dingin deindustrialisasi mengancam kita di Jerman," kata presiden federasi baja Jerman WV Stahl, Hans Juergen Kerkhoff.

Baca Juga: Penyimpanan Gas Alam Jerman Hampir 90 Persen, Tapi Akan Kosong Usai Musim Dingin

ThyssenKrupp Steel Europe telah memangkas produksi, saat pelanggan ragu-ragu dalam menghadapi resesi yang muncul dan harga energi yang mahal menggerus daya saing internasionalnya.

ArcelorMittal, pembuat baja terbesar kedua di dunia, juga telah menghentikan blast furnace di Jerman, bersama dengan yang lainnya seperti di Prancis, Polandia dan Spanyol, dan memperkirakan produksi kuartal keempat Eropa akan sekitar 17% lebih rendah dari tahun sebelumnya.

Wakil direktur federasi baja Eropa Eurofer, Adolfo Aiello mengatakan, bahwa jika krisis energi tidak ditangani dalam jangka pendek, penghentian sementara bisa menjadi lebih permanen. Berlaku juga untuk sektor padat energi lainnya seperti logam lain, pupuk dan bahan kimia.

Eurofer mengatakan, situasinya telah memburuk secara nyata sejak diperkirakan Agustus mengalami penurunan 1,7% dari konsumsi baja Eropa tahun ini, tetapi bakal ada rebound 5,6% yang solid pada tahun 2023.

Prospek triwulanan federasi berikutnya akan jatuh tempo pada akhir Oktober, tetapi direktur studi ekonomi Alessandro Sciamarelli mengatakan, penurunan 2022 akan lebih dalam dari perkiraan saat ini, dengan penurunan juga terlihat pada 2023.

"Peristiwa dua bulan terakhir benar-benar mengacaukan gambaran," katanya.

Baca Juga: Jerman Menasionalisasi Uniper Saat Rusia Matikan Aliran Gas

1.200 karyawan di pabrik Genk Aperam -produsen baja tahan karat- menghadapi risiko menjadi pengangguran, dengan gaji mengalami pemotongan setidaknya seperlima saat inflasi mencapai 10%. Pabrik tersebut telah mengalami penghentian sementara sebelumnya, terutama selama krisis keuangan global 2008-2009.

"Hari ini tidak ada yang tahu bagaimana harga energi (akan bergerak) ... bagaimana reaksi pelanggan kami, apakah kami mampu membayar tagihan, dan seterusnya," kata manajer produksi, Yves Dufrane menjelang penghentian tiga hari di fasilitas hilirnya.

"Saya pikir ini lebih buruk daripada yang kami alami pada 2009," tandasnya.

(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
Rubel Jadi Mata Uang...
Rubel Jadi Mata Uang Terkuat di Dunia, Sanksi Barat ke Rusia Tak Mempan
Eropa Diam-diam Borong...
Eropa Diam-diam Borong Gas Rusia hingga Tembus Rekor, Terjebak Skenario Krisis Energi?
Ekonomi Rusia Menyusut...
Ekonomi Rusia Menyusut tapi Rakyatnya Makin Kaya, Moskow Kebal Sanksi Barat?
Rusia Tebar Diskon Gas...
Rusia Tebar Diskon Gas ke China Sampai 2029, Lebih Murah dari Eropa
Eropa Terpecah! Italia...
Eropa Terpecah! Italia Desak Blokir Minyak dan Gas Rusia Dibuka
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
Proyek Jet Tempur FCAS...
Proyek Jet Tempur FCAS Prancis-Jerman Gagal, Pukulan Telak bagi Macron
Rekomendasi
Kadisdik Tangerang:...
Kadisdik Tangerang: Liga Bintang Juara Jadi Ajang Pemerataan dan Kreativitas Siswa
China Bakal Bangun Pusat...
China Bakal Bangun Pusat Padi dan Sekolah Vokasi di Papua
Iran Tinjau Lagi Perundingan...
Iran Tinjau Lagi Perundingan dengan AS setelah Eskalasi Terbaru
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
Infografis
Sejarah Boikot Olahraga...
Sejarah Boikot Olahraga Dunia dan Ancaman Jerman Mundur dari Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved