Inflasi hingga Ancaman Resesi di 2023 Bikin Pengusaha Ketar-ketir

Selasa, 27 September 2022 - 16:16 WIB
loading...
Inflasi hingga Ancaman Resesi di 2023 Bikin Pengusaha Ketar-ketir
Inflasi hingga resesi membuat pengusaha cemas. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pandemi yang melandai tak serta merta membuat pelaku usaha bernafas lega. Sebagian pengusaha mengaku ketar-ketir dengan situasi perekonomian saat ini. Mulai dari kenaikan inflasi, suku bunga Bank Indonesia (BI) yang meroket hingga 50 basis points, hingga ancaman resesi pada tahun depan.

Wakil Ketua Umum BPP Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Anggawira mengatakan, hal-hal tersebut memberi tekanan tersendiri kepada dunia usaha.

Oleh karena itu, menurut dia, otoritas fiskal dan moneter harus segera membuat suatu formulasi yang tepat bagi pelaku usaha.

"Ini memberi tekanan kepada dunia usaha karena situasi inflasi sekarang juga sudah mulai merangkak naik dan kemarin juga Menteri Keuangan Sri Mulyani menyampaikan bahwa di tahun depan kita harus bersiap-siap menghadapi resesi ditambah lagi juga memang memasuki tahun politik juga di tahun 2023," bebernya dalam program Market Review IDX Channel, Selasa (27/9/2022).

Baca juga: Jaga Inflasi dan Rupiah, BI Naikkan Suku Bunga Jadi 4,25%

"Jadi saya rasa otoritas fiskal dan moneter ini harus membuat suatu formulasi yang cepat dan tepat kepada pelaku usaha agar kondisi positif yang sudah terjadi setelah Covid ini bisa terjaga," imbuhnya.

Kendati demikian, Anggawira menuturkan, meskipun BI sudah menetapkan suku bunga 50 bps, dia melihat beberapa perbankan belum menetapkan kenaikan bunga untuk pinjaman dan beberapa aktivitas pelayanan terhadap pelaku usaha.

"Jadi mungkin saya rasa memang cost of fund-nya juga harus dikendalikan juga oleh perbankan sehingga memang tetap bisa memberikan suku bunga yang terjangkau kepada pelaku usaha," tuturnya.

Baca juga: Sri Mulyani Sampaikan Kabar Buruk, Ekonomi Dunia Dipastikan Resesi di 2023

Sebelumnya, suku bunga acuan Bank Indonesia naik 50 basis poin (bps) menjadi 4,25% dengan suku bunga deposit facility naik menjadi 3,5% dan suku bunga lending facility menjadi 5%.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2548 seconds (11.252#12.26)