Data BI: Penyaluran Kredit Perbankan Bulan Mei 2020 Melambat
Minggu, 05 Juli 2020 - 09:45 WIB
loading...
Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit pada Mei 2020 mencapai Rp5.585,0 triliun atau tumbuh 2,4% (year-on-year/yoy), namun masih lebih rendah dari bulan sebelumnya. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mencatat penyaluran kredit pada Mei 2020 mencapai Rp5.585,0 triliun atau tumbuh 2,4% secara tahunan (year-on-year/yoy). Namun angka ini lebih rendah dari bulan sebelumnya 5,1%. Perlambatan penyaluran kredit terutama terjadi pada debitur korporasi maupun perorangan.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko menerangkan, kredit kepada korporasi tercatat melambat dari 5,7% (yoy) (yoy) pada April 2020 menjadi 2,9%. Sedangkan kredit pada perorang tercatat melambat dari 2,9% (yoy) pada April 2020 menjadi 2,2% (yoy).
Rinciannya, berdasarkan jenis penggunaan, perlambatan kredit terjadi pada seluruh jenisnya yaitu kredit investasi, kredit konsumsi dan modal kerja. Kredit modal kerja (KMK) melambat dari 3,4% pada bulan April 2020 menjadi 0,1% pada Mei 2020, terutama pada sektor industri pengolahan dan sektor keuangan, hotel dan restoran (PHR).
(Baca Juga: New Normal Bikin Himbara Optimis Kredit Tumbuh Positif di 2020 )
KMK sektor pengolahan melambat dari 6,7% (yoy) menjadi 3,7% (yoy) terutama pada kredit industri pengilaga minyak bumi, pengolahan gas Bumi di Jawa Barat dan Sulawesi Selatan.
Selain sektor pengolahan, perlambatan juga terjadi pada KMK sektor keuangan real estate dan jasa perusahaan dari 9,1% (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 0,3%. "Terutama pada penurunan subsektor lembaga keuangan lainnya (nonbank), selain leasing di DKI Jakarta dan Jawa Timur," kata Onny di Jakarta, Minggu (4/7/2020).
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko menerangkan, kredit kepada korporasi tercatat melambat dari 5,7% (yoy) (yoy) pada April 2020 menjadi 2,9%. Sedangkan kredit pada perorang tercatat melambat dari 2,9% (yoy) pada April 2020 menjadi 2,2% (yoy).
Rinciannya, berdasarkan jenis penggunaan, perlambatan kredit terjadi pada seluruh jenisnya yaitu kredit investasi, kredit konsumsi dan modal kerja. Kredit modal kerja (KMK) melambat dari 3,4% pada bulan April 2020 menjadi 0,1% pada Mei 2020, terutama pada sektor industri pengolahan dan sektor keuangan, hotel dan restoran (PHR).
(Baca Juga: New Normal Bikin Himbara Optimis Kredit Tumbuh Positif di 2020 )
KMK sektor pengolahan melambat dari 6,7% (yoy) menjadi 3,7% (yoy) terutama pada kredit industri pengilaga minyak bumi, pengolahan gas Bumi di Jawa Barat dan Sulawesi Selatan.
Selain sektor pengolahan, perlambatan juga terjadi pada KMK sektor keuangan real estate dan jasa perusahaan dari 9,1% (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 0,3%. "Terutama pada penurunan subsektor lembaga keuangan lainnya (nonbank), selain leasing di DKI Jakarta dan Jawa Timur," kata Onny di Jakarta, Minggu (4/7/2020).
Lihat Juga :