Destinasi Susur Sungai Kumai Didorong Tingkatkan Ekonomi Kobar

Jum'at, 21 Oktober 2022 - 21:58 WIB
loading...
Destinasi Susur Sungai Kumai Didorong Tingkatkan Ekonomi Kobar
Rombongan Kemenparekraf mengunjungi Desa Wisata Sei Sekonyer, Kumai, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah. FOTO/dok.Istimewa
A A A
KOBAR - Desa Wisata Sei Sekonyer, Kumai, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (Kalteng) masuk dalam 50 Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022. Wisata sensasi susur sungai Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) menjadi destinasi andalan Taman Nasional Tanjung Puting.

Baca Juga: Menparekraf Sandiaga Dorong Pesantren Jadi Motor Penggerak Ekonomi Kreatif

Para wisatawan dapat menelusuri dengan menggunakan kelotok atau kapal wisata khas. Rombongan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) berkesempatan mengunjungi destinasi tersebut. Kunjungan itu seharusnya dihadiri langsung oleh Menteri Parekraf Sandiaga Salahuddin Uno. Namun, Mas Menteri sapaan Sandiaga Uno berhalangan hadir.

Mas Menteri diwakili oleh Direktur Tata Kelola dan Destinasi Kemenparekraf, Indra Ni Tua. Indra dan rombongan begitu tiba di dermaga Desa Wisata Sei Sekonyer langsung disambut oleh Duta Wisata Sei Sekonyer. Setelah melakukan serangkaian protokol kesehatan, rombongan yang mendapat sambutan hangat masyarakat itu, kemudian mendengarkan paparan dari pengelola desa wisata setempat.

Dalam sambutannya, Indra mengapresiasi Desa Sei Sekonyer yang masuk dalam 50 besar ADWI 2022. Dia mengatakan, itu berdasarkan penilaian dewan juri yang independen dan kompeten.

“Mitra strategis Astra, akan ada pendampingan selama setahun untuk pengembangan desa wisata ini. Dengan semua potensi yang ada. Demi kemakmuran warga desa dan menjaga lingkungan alam dan budaya adat istiadat," ujar Indra disambut riuh tepuk tangan masyarakat.

Penjabat Bupati Kotawaringin Barat, Anang Dirjo berharap peran serta masyarakat untuk terus mendukung keberlangsungan Desa Sei Sekonyer. ”Kami berharap dengan masuknya 50 ADWI bisa menjadi pariwisatanya dikelola lebih baik lagi,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah, Diah Chandra mengapresiasi kedatangan Kemenparekraf ke Kalteng lebih awal.

“Sebenarnya kami pikir Kalteng akan didatangi akhir Oktober. Tadinya merencanakan program Sapta Pesona minggu depan dilaksanakan. Kalimantan Tengah kaya dengan keindahan alam, tidak hanya Tanjung Puting yang sudah terkenal di dunia. Kami akui kita kurang promosi tapi kami siap mengembangkan destinasi pariwisata di Kalteng. Tahun depan kita harapkan, tidak hanya satu desa di Kalteng yang masuk 50 besar ADWI,” ujarnya.

Bicara daya tarik wisata, desa tersebut tidak hanya memiliki destinasi susur sungai. Namun, ada juga Feeding Orang Utan. Desa itu dikelilingi oleh hutan dan sungai yang masih baik, bersih, dan terjaga keasliannya. Hal tersebut menjadikan wilayah Desa Sei Sikonyer menjadi tempat terbaik untuk melakukan pengamatan satwa, terutama Orang Utan dan Bekantan. Selain itu, di sini juga menjadi tempat penelitian Orang Utan pertama di dunia.

Baca Juga: Buka Peluang Usaha, Sandiaga Dorong Santri Kuasai Teknologi Digital

Kemudian, wisatawan dapat menikmati Sauna Bentimung. Itu merupakan tempat pemandian buatan warga Desa Sei Sekonyer yang dijadikan tempat untuk mensucikan diri bagi para calon pengantin dan juga pengobatan bagi warga yang kurang sehat. Diyakini oleh masyarakat setempat, setelah mandi atau berendam di Sauna Bentimung mereka akan suci kembali dan kembali sehat. Lalu ada susur Sungai Langer. Itu adalah destinasi wisata yang mengajak pelancong untuk menelusuri Sungai Langer dengan menggunakan perahu kayu. Ada pula susur Sungai Sekonyer.

Bicara potensi seni dan budaya lokal, desa ini memiliki beragam jenis tarian. Di antaranya Tari Hambur Baras Kuning dan Tarian Bubu. Sedangkan kekayaan kuliner, ada Soto Menggala atau Soto Singkong yang merupakan makanan khas masyarakat desa setempat.
(nng)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3122 seconds (10.55#12.26)