Luhut Beberkan Siasat Berangus Mafia Pungli di Pelabuhan

Kamis, 27 Oktober 2022 - 15:05 WIB
loading...
Luhut Beberkan Siasat Berangus Mafia Pungli di Pelabuhan
Menko Luhut B. Pandjaitan meminta semua pihak memberangus pungli di pelabuhan. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan meminta kepada pemerintah daerah dan kementerian serta pelaku usaha untuk bersama-sama memberantas mafia pungli (pungutan liar) yang ada di setiap pelabuhan. Menurutnya, pemberantas pungli ditujukan untuk meningkatkan layanan yang ada.

Baca juga: Soal Pengelolaan Lingkungan, Luhut: Negara Maju Lebih Banyak Dosanya

Luhut mengatakan bahwa upaya itu sejalan dengan langkah pemerintah dalam pemangkasan port stay dan cargo stay yang telah menjadi target dari RPJMN 2020-2024. Untuk dapat mencapai target tersebut, perlu dilakukan peningkatan layanan digital, koordinasi, hingga pengawasan pada kawasan pelabuhan oleh seluruh pihak terkait.

Menurut Luhut untuk memenuhi target yang sudah ditetapkan, pihaknya berharap semua dapat meningkatkan, pertama kecepatan layanan, dan pemanfaatan teknologi pelabuhan. Kedua standardisasi ketepatan waktu infrastruktur dan pelayanan, ketiga meningkatkan badan usaha pelabuhan dan layanan pemerintah.

"Keempat, meningkatkan pengawasan pada operasional pelayanan jasa pelabuhan supaya mafia-mafia pelabuhan yang melakukan pungli atau suap di pelabuhan sudah tidak ada lagi," kata Luhut dalam diskusi daring bertajuk "Pangkas Port Stay dan Cargo Stay di Pelabuhan, Bisa Gak Sih",Kamis (27/10/2022).

Luhut mengatakan, pengawasan tersebut minimal sudah terhubung dengan sistem yang ada di KPK dan Jaga.id. yang ditujukan untuk dapat diawasi oleh pihak pengawas yang ada di negara ini. Selain itu, upaya memberantas pungli dapat meningkatkan efisiensi di pelabuhan serta memangkas biaya logistik.

Baca juga: Media AS: Arab Saudi Kibuli Amerika Serikat soal Minyak

"Dengan upaya tersebut kita dapat meningkatkan efisiensi di pelabuhan serta menurunkan biaya logistik nasional," pungkasnya.

(uka)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1665 seconds (11.97#12.26)