Hantu Stagflasi Bangkit Lagi? Ini Penyebab dan Dampaknya

Senin, 31 Oktober 2022 - 07:47 WIB
loading...
Hantu Stagflasi Bangkit...
Stagflasi dicirikan dengan kenaikan harga-harga dan perlambatan pertumbuhan ekonomi secara bersamaan. Foto/Dok MPI/Advenia
A A A
JAKARTA - Pertumbuhan lemah, inflasi tinggi, itulah stagflasi . Dunia sedang bergulat dengan perlambatan pertumbuhan ekonomi yang sangat curam disertai naiknya harga-harga. Jadi, apakah kita sedang mengalami stagflasi?

Stagflasi merupakan kondisi di mana inflasi dan kontraksi ekonomi terjadi secara bersamaan. Mengutip laman resmi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) , inflasi dapat diartikan sebagai kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu.

Sedangkan stagflasi berasal dari kata stagnan dan inflasi, diartikan sebagai pertumbuhan ekonomi yang terus melambat disertai dengan kenaikan harga secara terus-menerus.

“Jadi stag- merujuk pada stagnansi. Jadi kita berbicara tentang pertumbuhan ekonomi yang melambat, dan kemudian -flasi adalah untuk inflasi, harga naik,” terang Project Coordinator pada Development Data Group Bank Dunia Raka Banerjee saat berbincang di The Development Podcast edisi 21 Juli, dikutip dari laman worldbank.org, Senin (31/10/2022).

“Dan pada dasarnya ketika Anda menyatukan keduanya, pertumbuhan yang melambat dikombinasikan dengan kenaikan harga, Anda mengalami stagflasi,” imbuh dia.

Belum lama ini, Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional atau IMF mengingatkan akan meningkatnya potensi risiko resesi. Kedua lembaga keuangan internasional pun kompak memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global pada 2023 menjadi 2,7% (IMF) dan 1,9% (Bank Dunia).

Bank Dunia menyebut perlambatan dalam kegiatan ekonomi saat ini merupakan yang paling tajam dalam 80 tahun terakhir.

Terkait inflasi, lembaga bermarkas di Washington DC Amerika Serikat (AS) itu juga memperkirakan inflasi global bakal memuncak tahun ini, sebelum akhirnya turun ke kisaran 4-5% di 2023.

Sebagai catatan pada April 2022 lalu inflasi global berada di angka 7,8% dan mencapai 9,4% di sejumlah negara berkembang dan ekonomi berkembang.

“Itu yang tertinggi sejak 2008. Dan jika Anda melihat ekonomi (negara) maju, ini adalah yang tertinggi yang pernah kita lihat sejak 1982,” ungkap Raka.

Berurusan dengan inflasi yang tinggi saja sudah rumit, dengan stagflasi tentu saja jauh lebih rumit. Para ahli pun menyebut perpaduan antara inflasi tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang lemah ini sebagai masalah yang sulit diatasi.

“Ini (stagflasi) merupakan perpaduan dari semua hal-hal yang tidak Anda inginkan dalam perekonomian,” tukas Raka.

Baca juga: Dunia Hadapi Risiko Stagflasi hingga Krisis Utang, Sri Mulyani: Kombinasi Berbahaya dan Rumit

Pernah Terjadi pada Tahun 1970-an
Stagflasi bukanlah fenomena baru. Kondisi ini pernah terjadi sebelumnya pada tahun 1970-an di Amerika Serikat . Kala itu, Negeri Paman Sam tengah dilanda segudang masalah ekonomi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank Dunia Beri Peringatan...
Bank Dunia Beri Peringatan Keras usai Rupiah Terpuruk ke Rp18.000
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Rekomendasi
Brasil vs Maroko: Misi...
Brasil vs Maroko: Misi Selecao Akhiri Dahaga Gelar Dimulai
Forum ILC Jenewa, Delegasi...
Forum ILC Jenewa, Delegasi Indonesia Dorong Payung Hukum Global bagi Pekerja Digital
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved