Soal Agresifnya Kenaikan Suku Bunga, Bos BI Ungkap Kejadian 17 Tahun Lalu

Senin, 21 November 2022 - 15:22 WIB
loading...
Soal Agresifnya Kenaikan...
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkap soal agresifnya kenaikan suku bunga acuan. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia ( BI ) Perry Warjiyo menjelaskan alasan bank sentral menaikkan suku bunga acuan hingga 4 kali lipat, atau sebesar 175 bps. Pada Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pekan lalu, kenaikan suku bunga acuan disepakati sebesar 50 bps menjadi 5,25%.

Baca juga: Masih Punya Uang Jadul? Ini Cara Menukar atau Datangkan Cuan

"Saat ini situasi dunia dipenuhi ketidakpastian, dan perlu bagi BI untuk segera menurunkan inflasi inti di bawah 4%. Ini kami majukan lebih cepat, juga demi menurunkan ekspektasi inflasi yang juga masih tinggi," ujar Perry dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Senin(21/11/2022).

Perry mengungkapkan, langkah agresif ini pertama kalinya ditempuh oleh BI setelah sebelumnya pada masa tahun 2005 lalu. Pada 1 Juli 2005, BI untuk pertama kalinya memperkenalkan kebijakan moneter sebagai kerangka Inflation Targeting Framework (ITF).

Kebijakan agresif BI di tahun 2005 ditandai dengan kenaikan BI rate sebesar 25 bps di bulan Agustus, 125 bps di bulan September, 100 bps di bulan Oktober, 125 bps di bulan November, dan 50 bps di bulan Desember. Alhasil, dalam kurun waktu 5 bulan, BI rate tercatat naik menjadi 12,75%.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%,  Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
Transaksi BI-FAST Capai...
Transaksi BI-FAST Capai 1,53 Miliar di Triwulan II 2026, Nilainya Tembus Rp3.777 Triliun
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
Tok! BI Tahan Suku Bunga...
Tok! BI Tahan Suku Bunga Acuan Juli 2026 di level 5,75 Persen
Fiscal Dominance dan...
'Fiscal Dominance' dan Depresiasi Rupiah
Perkuat Digitalisasi...
Perkuat Digitalisasi Pariwisata dan Kuliner Jakarta, BI-Pemprov DKI Kolaborasi Ceremony QRIS
Mendagri Minta Pemda...
Mendagri Minta Pemda Perkuat Pasokan dan Distribusi demi Jaga Inflasi Tetap Terkendali
Rekomendasi
Ducati Tidak Tertarik...
Ducati Tidak Tertarik dengan Reli Dakar, Ini Alasannya
Serangan Ekstremis Yahudi...
Serangan Ekstremis Yahudi Meningkat di Tepi Barat, Fatah Salahkan Pemerintah Israel
Nonton Latihan Pestapora...
Nonton Latihan Pestapora Makassar Lebih Murah Pakai BRImo, Begini Cara Dapat Promonya!
Berita Terkini
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
Tembus Blokade Laut...
Tembus Blokade Laut Merah, Tanker Raksasa China Bawa Pulang 4 Juta Barel Minyak Arab Saudi
Proses Pemeliharaan...
Proses Pemeliharaan dan Pengisian Galon Bermerek Dipastikan Penuhi Standar Industri
Infografis
Punah 87 Tahun Lalu,...
Punah 87 Tahun Lalu, Spesies Tikus Ini Tiba-tiba Muncul
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved