Terlilit Banyak Utang, Begini Cara China Selamatkan Sektor Properti

Sabtu, 26 November 2022 - 12:00 WIB
loading...
Terlilit Banyak Utang, Begini Cara China Selamatkan Sektor Properti
China memberikan dukungan bagi pengembang properti untuk menyelamatkan sektor properti akibat dilanda krisis. FOTO/Reuters
A A A
BEIJING - Bank Sentral China akan memberikan pinjaman murah kepada perusahaan keuangan untuk membeli obligasi yang diterbitkan oleh pengembang properti. Dukungan kebijakan tersebut untuk menyelamatkan sektor properti akibat dilanda krisis.

People's Bank of China (PBOC) berharap pinjaman tersebut akan meningkatkan sentimen pasar terhadap sektor properti yang terlilit hutang, yang telah dilanda krisis selama setahun terakhir, dan menyelamatkan sejumlah pengembang swasta.

Baca Juga: AS Larang Impor Perangkat Teknologi dari Huawei dan ZTE

Melansir Reuters, China telah meningkatkan dukungan dalam beberapa pekan terakhir untuk sektor properti, yang menjadi pilar bagi seperempat dari ekonomi terbesar kedua di dunia itu. Banyak pengembang gagal membayar kewajiban mereka dan terpaksa menghentikan konstruksi.

Bank-bank terbesar di negara itu minggu ini menjanjikan kredit setidaknya USD162 miliar kepada para pengembang. Pinjaman PBOC, melalui fasilitas pinjamannya, diperkirakan akan jauh lebih rendah daripada suku bunga acuan dan akan diterapkan dalam beberapa minggu mendatang, memberikan lebih banyak insentif kepada lembaga keuangan untuk berinvestasi melalui obligasi.

PBOC juga menyusun daftar pengembang berkualitas baik dan penting secara sistemik yang akan menerima dukungan lebih luas dari Beijing untuk meningkatkan neraca mereka. Namun bank sentral belum menanggapi permintaan komentar atas langkah-langkah yang direncanakan.

Baca Juga: 5 Negara Anggota BRICS yang Kebijakannya Membuat Dolar AS Melemah

Setidaknya, tiga pengembang swasta termasuk Longfor Group Holdings Ltd, Midea Real Estate Holding Ltd dan Seazen Holdings menerima lampu hijau bulan ini untuk mendapatkan kucuran utang 50 miliar yuan atau setara USD7 miliar.

(nng)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3829 seconds (11.210#12.26)