Program Pemulihan Ekonomi Disebut Tidak Cocok, Awas Kontraksi Lebih Besar

Senin, 13 Juli 2020 - 14:14 WIB
loading...
Program Pemulihan Ekonomi...
Kebijakan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) dalam masa pandemi Covid-19 menjadi sorotan, lantaran dinilai tidak cocok dan bisa menimbulkan kontraksi lebih besar. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Kebijakan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) dalam masa pandemi Covid-19 menjadi sorotan, lantaran dinilai tidak cocok dan bisa menimbulkan kontraksi lebih besar terhadap pertumbuhan. Ekonom menerangkan, program ini dirasa kurang tepat, karena masyarakat lebih membutuhkan uang tunai dibanding bantuan sosial (bansos), salah satunya melalui Program Kartu Prakerja yang menjadi semi bansos.

"Bansos itu harusnya yang tepat, yang tujuannya untuk sosial safety net. Tapi malah prakerja yang tujuannya tingkatkan keahlian, ini jelas ga cocok," ujar Ekonom Senior Institute For Development of Economics and Finance (Indef), Enny Sri Hartati dalam acara launching buku Indef secara virtual, Senin (13/7/2020).

(Baca Juga: Erick Thohir: Pemulihan Ekonomi 100% Baru Tercapai di 2022 )

Enny menambahkan, jika bantuan yang selama ini digelontorkan pemerintah bertujuan untuk perlindungan sosial, maka seharusnya pemerintah benar-benar fokus pada masyarakat miskin agar daya belinya kembali pulih.

Tak hanya itu, dia juga berpandangan bahwa program PEN ini tidak tepat sasaran dan berpotensi terjadinya kontraksi ekonomi yang diperkirakan akan terjadi di kuartal II bahkan bisa berlanjut hingga kuartal III 2020.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Gejolak Global Meningkat,...
Gejolak Global Meningkat, Gubernur BI Prediksi Ekonomi Indonesia 2026 Tumbuh 4,9-5,7%
RUU PFII Lompatan Strategis...
RUU PFII Lompatan Strategis Kejar Ekonomi RI 8%, Purbaya Ungkap 3 Pilar Penopangnya
Studi Kearney: Masa...
Studi Kearney: Masa Depan Ekonomi Bergantung Kemampuan Adaptasi dengan AI
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Optimisme Baru Ekonomi:...
Optimisme Baru Ekonomi: Laba Sejumlah BUMN Tumbuh Signifikan
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Wali Kota Tangsel Dorong...
Wali Kota Tangsel Dorong Koperasi Merah Putih Jadi Penggerak UMKM-Ekonomi Kerakyatan
Rekomendasi
Apresiasi Penunjukan...
Apresiasi Penunjukan Sudaryono sebagai Kepala BGN, Amos Simanjuntak: Pilihan Tepat
Sinopsis Terlanjur Mencintaimu...
Sinopsis 'Terlanjur Mencintaimu' Eps 20: Kedekatan Elio dan Arumi Semakin Menjadi Sorotan
John Herdman Pede Timnas...
John Herdman Pede Timnas Indonesia Mampu Bersaing Juarai AFF 2026
Berita Terkini
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Risiko Investasi Reksa Dana sebelum Mulai Berinvestasi
Infografis
Investasi Microsoft...
Investasi Microsoft di Malaysia Lebih Besar di Banding Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved