Disederhanakan, Fasilitas Tax Holiday Mulai Diminati Pengusaha

Kamis, 18 Oktober 2018 - 13:12 WIB
Disederhanakan, Fasilitas...
Disederhanakan, Fasilitas Tax Holiday Mulai Diminati Pengusaha
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) terus memperbaiki insentif pajak yang diberikan pemerintah kepada dunia usaha guna mendorong investasi serta menciptakan momentum pertumbuhan ekonomi di Tanah Air. Salah satu fasilitas pajak yang diberikan pemerintah adalah berupa tax holiday.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, fasilitas tax holiday sedianya telah dikeluarkan pemerintah sejak 2011. Sayangnya, insentif yang diberikan pemerintah tersebut kurang diminati dunia usaha karena prosedurnya yang rumit.

Pada PMK Nomor 130/PMK.010/2011, jelas dia, pemerintah memberikan pengurangan pajak penghasilan (PPh) badan sebesar 100% untuk jangka waktu lima hingga 10 tahun kepada investor yang berinvestasi minimal Rp1 triliun. Selain itu, pemerintah juga memberikan pengurangan PPh sebesar 50% setelah dua tahun sesudah waktu pertama selesai.

"Dan dari 2011 seterusnya sampai 2015 hanya 5 wajib pajak yang mendapatkan, dan wajib pajak yang telah betul-betul berproduksi secara komersial adalah tiga wajib pajak," kata wanita yang akrab disapa Ani ini, di Gedung Kemenkeu, Jakarta, Kamis (18/10/2018).

Kemudian, pemerintah pun merevisi beleid tersebut pada 2015 dengan memberikan kisaran terhadap pengurangan pajaknya yaitu antara 10% hingga 100%. Dalam beleid tersebut juga jangka waktu pengurangan pajak yang diberikan adalah 5 hingga 15 tahun atau sampai 20 tahun dengan diskresi Menteri Keuangan.

"Jadi ini semuanya banyak sekali proses yang tergantung penilaian. Minimal investasi tetap Rp100 triliun kecuali industri telekomunikasi Rp500 miliar," imbuh dia.

Sayangnya, kata mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini, tidak ada satupun perusahaan yang tertarik dan menikmati tax holiday tersebut. Pihaknya pun kembali melakukan simplifikasi aturan tax holiday tersebut dengan mengeluarkan PMK Nomor 35 tahun 2018 pada April 2018.

Dalam PMK tersebut, fasilitas tax holiday diberikan 100%. Kemudian, jangka waktu pemberian fasilitas tersebut pun dibagi dalam beberapa macam tergantung nilai investasi dari perusahan tersebut.

"Nilai investasi Rp500 miliar hingga Rp1 triliun dapat otomatis 5 tahun tax holiday 100%. Investasi Rp1-5 triliun dapat 7 tahun. Investasi Rp5-15 triliun dapat 10 tahun. Sebesar Rp15 triliun sampai Rp30 triliun dapat 15 tahun. Dan Rp30 triliun lebih dapat 20 tahun. Dan itu masih kita pertahankan fasilitas 50% selama dua tahun sesudah tax holiday selesai. Minimal investasi kita kurangi jadi Rp500 miliar tanpa kecuali," paparnya.

Ani menyebutkan, penyederhanaan tersebut membuahkan hasil. Dalam waktu enam bulan, telah ada 8 wajib pajak yang telah menikmati fasilitas tersebut. "Bayangkan waktu itu 2011-2015 cuma lima industri yang dapat. Sekarang dalam waktu enam bulan kita dapat 8 WP," tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tax Amnesty Jilid II...
Tax Amnesty Jilid II Dorong Kepatuhan Wajib Pajak
Sri Mulyani Ingatkan...
Sri Mulyani Ingatkan Tax Amnesty Jilid II Hanya Sampai Juni 2022, Wajib Pajak Diminta Patuh
Sri Mulyani: Kami Tidak...
Sri Mulyani: Kami Tidak Akan Berikan Lagi Program Pengampunan Pajak
Program Tax Amnesty...
Program Tax Amnesty Jilid II Sudah Digelar, Ini Cara Mudahnya!
Sri Mulyani Sebut Pemerintah...
Sri Mulyani Sebut Pemerintah Terus Jalani Konsekuensi Tax Amnesty
Tax Amnesty Jilid 2...
Tax Amnesty Jilid 2 Hampir 4 Bulan Berjalan, Sri Mulyani Kantongi Rp7,99 Triliun
Berita Terkini
DANA Catat Pendapatan...
DANA Catat Pendapatan UMKM Alumni SisBerdaya Naik 113%
10 jam yang lalu
Iran Gunakan Selat Hormuz...
Iran Gunakan Selat Hormuz Jegal Tekanan AS, Pasar Minyak Dunia Ketar-ketir
10 jam yang lalu
Dorong Daya Saing Ekspor,...
Dorong Daya Saing Ekspor, Kemenhut-FSC Perkuat Sinergi Sertifikasi Hutan
11 jam yang lalu
OPEC+ Sepakat Tambah...
OPEC+ Sepakat Tambah Produksi Mulai Agustus, Harga Minyak Drop Lebih 1%
11 jam yang lalu
Pemerintah Perkuat Perdagangan...
Pemerintah Perkuat Perdagangan Karbon Kehutanan demi Tingkatkan Kepercayaan Pasar
12 jam yang lalu
Pertamina Regional Jawa...
Pertamina Regional Jawa Rampungkan Restorasi Mangrove Pantai Utara Jawa
12 jam yang lalu
Infografis
AS Mulai Bagikan Info...
AS Mulai Bagikan Info Intel Ruang Angkasa Sensitif China-Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved