Defisit APBN Terendah Sejak 2015 Capai Rp287,9 Triliun

Kamis, 06 Desember 2018 - 18:45 WIB
Defisit APBN Terendah...
Defisit APBN Terendah Sejak 2015 Capai Rp287,9 Triliun
A A A
JAKARTA - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar Rp287,9 triliun atau sekitar 1,95% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Capaian ini menjadi yang terendah sejak 2015 yang saat itu defisit hingga Rp325,2 triliun.

(Baca Juga: Sri Mulyani Ungkap Empat Kunci RI Hindari Jebakan Middle Income )

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan, pada 2014 defisit APBN sebesar Rp220,2 triliun, kemudian naik menjadi Rp325,2 triliun di 2015, sedangkan 2016 sebesar Rp 321,9 triliun dan 2017 sebesar Rp349,6 triliun. Sedangkan di tahun 2018, defisit APBN menurun.

"Jadi hingga November 2018 Rp287,9 triliun. Karena pendapatan negara growth-nya lebih tinggi. Ini menyebabkan defisit menurun drastis. Jadi 1,95% dari PDB, ini pencapaian yang luar biasa,” ujar Sri Mulyani dalam forum AIFED yang mengambil tema “Building for the Future: Strengthening Economic Transformation in Facing Forward Global Evolution” di Nusa Dua, Bali, Kamis (6/12/2018).

Lebih lanjut, Ia memperkirakan defisit APBN tahun ini akan terus turun, yaitu di kisaran 1,86%-1,87%. Sedangkan keseimbangan primer sepanjang 2018 diprediksi hanya Rp15 triliun. "Akhir tahun kemungkinan akan turun di bawah 1,95%. Estimasi kita akan berada di 1,86% hingga 1,87%. Ini adalah hasil yang jauh dari defisit awal ketika dianggarkan sebesar 2,19%," jelasnya.

Selain itu, menurut mantan Direktur Bank Dunia ini keseimbangan primer hingga akhir November 2018 tercatat Rp36,8 triliun atau menjadi yang terendah sejak 2013. Keseimbangan primer pun secara nominal maupun rasio terhadap PDB, menunjukkan perbaikan sejak 2013. "Primary balance ini lebih baik juga, kalau mendekati 0, berarti track record-nya semakin positif, dan menunjukkan fundamental yang kuat dan mengelola APBN yang baik," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Realisasi APBN Semester...
Realisasi APBN Semester I/2020, Sri Mulyani: Memburuk Sepanjang Tahun
Ekonom: Defisit APBN...
Ekonom: Defisit APBN Melebar Lebih Baik Ketimbang Krisis
Awas, Pelebaran Defisit...
Awas, Pelebaran Defisit Anggaran Akan Sedot Uang Publik dan Utang Membengkak
Belanja Pemerintah Pusat...
Belanja Pemerintah Pusat Bisa Melonjak hingga Rp1.306,7 Triliun di Semester II
Sri Mulyani Lapor ke...
Sri Mulyani Lapor ke DPR: APBN Tekor Rp77 T di Semester I-2024
Anggaran Pemulihan Ekonomi...
Anggaran Pemulihan Ekonomi Naik Jadi Rp677,2 Triliun, Ini Rinciannya
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
5 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
6 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
8 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
8 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
9 jam yang lalu
Infografis
Arab Saudi Bangun Jalur...
Arab Saudi Bangun Jalur Kereta Api Landbridge Rp116 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved