Ditargetkan Rampung Akhir 2021, Begini Proses Konsolidasi Holding BUMN Pertahanan

Senin, 08 November 2021 - 14:29 WIB
Kemudian, peningkatan value creation dari global strategic partnership BUMN industri pertahanan dengan target penurunan impor, meningkatkan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dan masuk dalam global supply chain guna meningkatkan volume ekspor produk pertahanan.

Baca Juga: Rusia Anggarkan Rp704 Triliun untuk Pertahanan Nasional 2022, Nuklir Tetap Prioritas

"Target rata-rata peningkatan TKDN produk unggulan di 2024 sebesar 51%. BUMN Industri Pertahanan juga berkomitmen untuk mengembangkan ekosistem industri pertahanan dengan melibatkan BUMN/BUMS yang sudah memiliki persyaratan standar," jelasnya.

Adapun BUMN yang tergabung di dalam Holding Industri Pertahanan antara lain PT Len Industri (Persero) yang fokus pada C5ISR Platform beserta MRO dan solusi integrasi 3 matra (interoperability) melalui Network Centric Warfare. PT Pindad (Persero) dengan fokus pada platform matra darat, MRO dan penyediaan senjata serta munisi.

Selanjutnya, PT Dirgantara Indonesia (Persero) dengan fokus pada platform matra udara dan MRO, PT Pal Indonesia (Persero) dengan fokus pengembangan matra laut dan MRO, serta PT DAHANA (Persero) dengan fokus pada pengembangan produk energetic material (bahan peledak) untuk seluruh matra pertahanan.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!