Kasus Tabrak Belakang Truk ODOL Marak, MTI Sindir Kemenperin dan Apindo
Minggu, 26 Maret 2023 - 13:25 WIB
loading...
MTI kembali menyoroti kebijakan terkait kendaraan yang kelebihan dimensi dan muatan (Over Dimension Over Load/ODOL). Arsip Foto/MPI/Ali Masduki
A
A
A
JAKARTA - Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menyoroti banyaknya kasus kecelakaan lalu lintas (lalin) menabrak bagian belakang truk yang berujung pada korban jiwa. Dalam hal ini, MTI menyinggungtruk yang kelebihan dimensi dan muatan (Over Dimension Over Load/ODOL) .
Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan dan Penguatan Kewilayahan MTI, Djoko Setijowarno mengungkapkan, kasus tabrak belakang truk tersebut terjadi karena laju truk yang lambat sebagai akibat kendaraan kelebihan dimensi dan kelebihan muatan.
"Seiring dengan belum terwujudnya kebijakan zero truk ODOL, fenomena ini akan terus terjadi," kata dia dalam keterangannya, Minggu (26/3/2023).
Baca juga: Truk Obesitas Bikin Tekor Pemerintah, PUPR: Ini Rugi Bandar Istilahnya
Menurut Djoko, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) masih meminta penundaan dengan beragam alasan setiap akan diterapkan. "Catatan dari Ditjenhubdat (2023) menunjukkan upaya penundaan itu terjadi di tahun 2019, 2021 dan tahun 2023," ungkapnya.
Wakil Ketua Bidang Pemberdayaan dan Penguatan Kewilayahan MTI, Djoko Setijowarno mengungkapkan, kasus tabrak belakang truk tersebut terjadi karena laju truk yang lambat sebagai akibat kendaraan kelebihan dimensi dan kelebihan muatan.
"Seiring dengan belum terwujudnya kebijakan zero truk ODOL, fenomena ini akan terus terjadi," kata dia dalam keterangannya, Minggu (26/3/2023).
Baca juga: Truk Obesitas Bikin Tekor Pemerintah, PUPR: Ini Rugi Bandar Istilahnya
Menurut Djoko, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dan Apindo (Asosiasi Pengusaha Indonesia) masih meminta penundaan dengan beragam alasan setiap akan diterapkan. "Catatan dari Ditjenhubdat (2023) menunjukkan upaya penundaan itu terjadi di tahun 2019, 2021 dan tahun 2023," ungkapnya.
Lihat Juga :