Sri Mulyani Wanti-wanti Tren Inflasi Tinggi yang Panjang
Senin, 17 April 2023 - 15:12 WIB
loading...
Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan, bahwa pemulihan ekonomi global masih menghadapi tantangan, khususnya dari sisi inflasi dan tingginya suku bunga. Foto/Dok
A
A
A
WASHINGTON - Menteri Keuangan atau Menkeu, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, bahwa pemulihan ekonomi global masih menghadapi tantangan, khususnya dari sisi inflasi dan tingginya suku bunga. Jika dilihat dari sisi proyeksi inflasi, di tahun 2023 masih tinggi.
"Untuk negara berkembang bahkan diperkirakan di 8,6% oleh IMF, sementara negara-negara maju di kisaran 4,7%," ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi April 2023 di Jakarta, Senin (17/4/2023).
Baca Juga: 3 Bank AS Bangkrut dan Tren Suku Bunga Tinggi, Begini Proyeksi Perry Warjiyo
Dan untuk keseluruhan global, IMF memperkirakan inflasinya masih berada di kisaran 7%. "Baru akan mulai menurun tahun depan, tapi levelnya masih secara historis lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, bahkan dibandingkan dengan sebelum terjadinya pandemi," ungkap Sri.
Dia mengatakan, hal ini berarti inflasi masih akan tinggi pada jangka yang cukup panjang, atau higher for longer. Inflasi tinggi ini juga tentunya diikuti dengan suku bunga yang juga tinggi dalam jangka waktu yang cukup panjang.
"Untuk negara berkembang bahkan diperkirakan di 8,6% oleh IMF, sementara negara-negara maju di kisaran 4,7%," ujar Sri Mulyani dalam Konferensi Pers APBN KITA edisi April 2023 di Jakarta, Senin (17/4/2023).
Baca Juga: 3 Bank AS Bangkrut dan Tren Suku Bunga Tinggi, Begini Proyeksi Perry Warjiyo
Dan untuk keseluruhan global, IMF memperkirakan inflasinya masih berada di kisaran 7%. "Baru akan mulai menurun tahun depan, tapi levelnya masih secara historis lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, bahkan dibandingkan dengan sebelum terjadinya pandemi," ungkap Sri.
Dia mengatakan, hal ini berarti inflasi masih akan tinggi pada jangka yang cukup panjang, atau higher for longer. Inflasi tinggi ini juga tentunya diikuti dengan suku bunga yang juga tinggi dalam jangka waktu yang cukup panjang.
Lihat Juga :