Rubel Melemah, Masyarakat Rusia Ramai-ramai Jual Dolar

Minggu, 13 Agustus 2023 - 15:25 WIB
loading...
Rubel Melemah, Masyarakat...
Banyak masyarakat Rusia menjual kepemilikan dolar dan euro mereka seiring melemahnya nilai tukar rubel sebulan terakhir. Foto/Ilustrasi/Reuters
A A A
JAKARTA - Penurunan nilai tukar rubel terhadap mata uang asing utama telah mendorong banyak orang Rusia menjual kepemilikan dolar dan euro mereka. Hal itu diungkapkan Bank Rusia dalam tinjauan risiko keuangan bulanan yang diterbitkan minggu ini.

Menurut regulator, setelah nilai tukar mata uang Rusia tersebut melewati 90 rubel terhadap dolar pada awal Juli, masyarakat Rusia mulai membuang mata uang asing. Bank Rusia mencatat, masyarakat Rusia telah menjual mata uang asing mereka senilai USD450 juta selama sebulan. Sebagian besar penjualan terjadi pada paruh pertama bulan Juli.

Baca Juga: Rusia Terus Dihantam Sanksi Barat, Bank BRICS Masuki Masa Sulit

"Secara keseluruhan, rubel melemah 2,3% terhadap dolar bulan lalu. Tekanan pada rubel terus diberikan oleh berkurangnya neraca perdagangan luar negeri dan rendahnya volume penjualan pendapatan mata uang asing oleh eksportir," kata bank sentral dalam ulasan tersebut seperti dilansir RT.com, MInggu (13/8/2023).

Akan tetapi, dicatat bahwa pelemahan rubel pada bulan Juli tidak signifikan dibandingkan dengan penurunan hingga 10,4% terhadap dolar pada akhir Juni. Rubel diakui telah melemah terhadap mata uang Barat selama beberapa bulan terakhir.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Jeblok Lagi,...
Rupiah Jeblok Lagi, Dolar AS Makin Dekati Level Rp18.000
Iran Bebas Produksi,...
Iran Bebas Produksi, Jual, dan Kirim Minyak Mentah, Bayar Pakai Dolar AS
Rupiah Tergerus Sentimen...
Rupiah Tergerus Sentimen Eksternal, Hari Ini Berakhir Tembus Rp17.843 per USD
Runtuhkan Dolar AS,...
Runtuhkan Dolar AS, Putin Kumpulkan 11 Pemimpin ASEAN Termasuk Indonesia
Rupiah Hari Ini Masih...
Rupiah Hari Ini Masih Terseok-seok ke Posisi Rp17.804 per Dolar AS
Rupiah Keok Meski BI...
Rupiah Keok Meski BI Rate Naik Lagi, Dolar AS Tembus Rp17.848
Trump Ingin Beri Turki...
Trump Ingin Beri Turki Jet Tempur Siluman F-35 AS, Kongres Siap Blokir dengan Alasan S-400 Rusia
5 Alasan Putin Menolak...
5 Alasan Putin Menolak Perjanjian Batasan Serangan Jarak Jauh dengan Ukraina
Inggris Akan Ganti 6...
Inggris Akan Ganti 6 Kapal Perusak Tua dengan 6 Kapal Perang Hibrida Pengendali Drone
Rekomendasi
Polda Metro Jaya Minta...
Polda Metro Jaya Minta Hakim Tolak Seluruh Permintaan Praperadilan Roy Suryo
Apakah Islam Mengenal...
Apakah Islam Mengenal Harta Gono-gini? Begini Penjelasan Hukum Kepemilikan Suami dan Istri
Dito Ariotedjo Lebih...
Dito Ariotedjo Lebih Langsing saat Penuhi Panggilan KPK Hari Ini: Finish Hyrox Under 2 Jam
Berita Terkini
AKPY, BPDP dan Ditjenbun...
AKPY, BPDP dan Ditjenbun Sinergi Gelar Pelatihan Teknis 90 Pekebun Sawit
Kemnaker: Korban PHK...
Kemnaker: Korban PHK Tembus 43.000 Orang, Sektor Manufaktur Terbanyak
KTM Growth Forum 2026,...
KTM Growth Forum 2026, Bahas Kesiapan Talenta dan Suksesi Kepemimpinan
Kabar Buruk, Perusahaan...
Kabar Buruk, Perusahaan Rokok Raksasa Ini Bakal PHK 9.000 Karyawan
Harga Emas Antam Turun...
Harga Emas Antam Turun Rp15.000 Jadi Rp2,63 Juta per Gram Hari Ini
QuickPro Ajak Trader...
QuickPro Ajak Trader Emas Bangun Kemandirian Analisa
Infografis
3 Alasan Greenland Jadi...
3 Alasan Greenland Jadi Kunci AS untuk Perang Nuklir Melawan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved