Pasar Tanah Abang Tak Sendirian, Pasar Cipulir juga Senasib Sepenanggungan

Jum'at, 22 September 2023 - 16:19 WIB
loading...
Pasar Tanah Abang Tak...
Pasar Cipulir juga mengalami sepi pembeli. Foto/MPI
A A A
JAKARTA - Belakangan ini Pasar Tanah Abang menjadi sorotan masyarakat maupun pejabat. Pasar yang dulu sumringah kini tinggal menyisakan beberapa pembeli yang datang.

Baca juga: Omzet Anjlok hingga 90%, Pedagang Pasar Tanah Abang Bentangkan Poster Minta TikTok Ditutup

Bahkan toko-toko yang dulunya selalu ramai oleh pedagang yang bersemangat menjajakan jualannya, kini tidak terdengar lagi. Suasanya kini hanya menyisihkan keheningan, hanya terdapat beberapa penjual saja yang menawarkan dagangan.

Sebagaimana Pasar Tanah Abang, Pasar Cipulir, Ciledug, Jakarta Selatan, yang telah dikenal oleh masyarakat sebagai pusat grosir produk tekstil dan pakaian jadi, kini nasibnya pun tidak jauh berbeda dengan Pasar Tanah Abang. Padahal produk tekstil di pasar ini dulunya banyak dicari pedagang eceran yang datang dari seluruh pelosok Nusantara, seperti Papua dan juga kawasan Asia Tenggara, bahkan hingga India dan Afrika.

Berdasarkan pantauan MNC Portal, Jumat (22/9/2023) kondisi Pasar Cipulir Lama sangat lenggang oleh pembeli. Para karyawan toko yang biasanya berteriak untuk menjajakan barangnya kini lebih banyak melamun dan berbicang satu sama lain. Bahkan ada pedagang yang asik tiduran sambil bermain ponsel pintarnya.

Pasar Tanah Abang Tak Sendirian, Pasar Cipulir juga Senasib Sepenanggungan

Ruko-ruko di Pasar Cipulir. Foto/MPI

Toko-toko pun sudah banyak yang tutup. Dari 4 lantai tersebut hampir semua lantai ada sejumlah toko yang sudah tidak berjualan lagi. Kondisi ini lantaran pengunjung sudah beralih membeli secara online.

Yulina atau biasa dipanggil Lina seorang pedagang yang sudah 18 tahun menempati berjualan di Pasar Cipulir mengungkapkan bahwa kondisi sepi pembeli ini sudah berlangsung selama 1 tahunan. "Kondisi sepi ini sudah setahun lebih dan ini berdampak terhadap pendapatan," katanya.

Ia menduga sepinya pembeli ke Pasar Cipulir ini lantaran menjamur barang-barang yang mulai dijual di sejumlah platform sosial media. Dan harganya pun sangat jauh berbeda dengan yang dijual di pasar langsung.

"Ya itu karena ada Lazada, TikTok juga. (Harganya) beda banget, misalnya legging di sini satu nya Rp18 ribu sementara itu di online Rp10 ribu atau Rp8 ribu," katanya.

Ketika ditanya apakah ia akan beralih ke penjualan online seperti yang dilakukan oleh penjual lainya. Ia mengatakan bahwa dirinya tidak mahir menggunakan teknologi. "Nggak ya, karena saya nggak mahir," katanya.

Ia berharap pemerintah dapat segera mencarikan solusi yang tepat, baik untuk pedagang konvensional maupun pedagang online agar sama-sama bisa mendapatkan rezeki. "Harapanya pemerintah cepat segera mencarikan solusinya. Apalagi soal harga, itu (online) jangan diturunkan banget sehingga berdampak ke pasar," katanya.

Lina menuturkan sepinya pengunjung ini berdampak pada omzet yang semakin menurun. Bahkan ia mengatakan dari beberapa toko yang dimiliki, kini sudah dikontrakan kepada orang lain.

"Kalo saya sih enggak ada nutup toko dalam artian menjual. Tapi mungkin akan saya kontrakan, jadi duit kita nggak hilang dan juga kita dapat duit dari yang ngontrak. Kebetulan saya juga udah ngontrakin toko," ujarnya sambil tertawa.

Baca juga: Arkeolog Temukan Lokasi Yesus Sembuhkan Orang Buta di Yerusalem

Kondisi sepi pembeli juga terlibat di ITC Cipulir Mas yang berada di seberang Pasar Lama Cipulir. Bahkan di sana kondisinya jauh lebih parah. Pasalnya hampir sebagaian toko sudah tutup.

(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Penetrasi Pasar,...
Perkuat Penetrasi Pasar, EVO Group Perbarui Kemasan Life Cat dan Ori Cat
OJK Tindak 233 Pelaku...
OJK Tindak 233 Pelaku Manipulasi Pasar, Denda Capai Rp96,33 Miliar
Respons Positif Pasar,...
Respons Positif Pasar, Sustainability Bond bank bjb Tahap II Sukses Besar
Terima Laporan Harga...
Terima Laporan Harga Pangan Naik, Amran Turun Langsung ke Pasar Kebayoran
COIN: Struktur Biaya...
COIN: Struktur Biaya Baru CFX Perkuat Likuiditas Pasar Kripto
Halodoc Perkuat Penetrasi...
Halodoc Perkuat Penetrasi Pasar Dermatologi Digital lewat Haloskin
Dudung Sidak Pasar Induk...
Dudung Sidak Pasar Induk Kramat Jati, Ini Hasilnya
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari
Pasar di Jakarta Hasilkan...
Pasar di Jakarta Hasilkan 500 Ton Sampah Per Hari, Pramono: Mulai Agustus 2026 Wajib Dipilah
Rekomendasi
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Malam Ini Roy Suryo...
Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditahan di Rutan Polda Metro Jaya, Besok Dilimpahkan ke Jaksa
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Berita Terkini
Pertamina NRE dan Koperasi...
Pertamina NRE dan Koperasi Kemenkop Bangun PLTS KDKMP Pulau Sembur, Progres Capai 80%
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Vasanta Kembangkan Hunian...
Vasanta Kembangkan Hunian Suburban Berkonsep Alam
PWN 2026 Resmi Digelar...
PWN 2026 Resmi Digelar di JICC, Diikuti 15 Ribu Peserta dari Seluruh Indonesia
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Dorong Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Pengelolaan Eceng Gondok
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved