Harap Sabar, Survei BI Sebut Kebanyakan Pengusaha Belum Akan Naikkan Upah

Rabu, 14 Oktober 2020 - 14:27 WIB
loading...
Harap Sabar, Survei...
Akibat dampak dari pandemi Covid-19 yang terjadi sejak semester I/2020, survei BI menunjukkan sebagian besar pengusaha belum berencana menaikkan upah pegawainya di semester II/2020 ini. Foto/Ilustrasi.
A A A
JAKARTA - Perkembangan kenaikan upah pada semester II/2020 tercatat lebih rendah dibandingkan semester I/2020. Kondisi ini terindikasi dari Saldo Bersih (SB) upah di semester II sebesar -2,05%, turun dibandingkan 38,85% pada semester I/2020.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Onny Widjanarko mengatakan, penurunan upah terjadi pada hampir seluruh sektor terutama pada sektor perdagangan, hotel dan restoran (SB -14,60%) dan sektor industri pengolahan (SB -0,22%).

(Baca Juga: Semangat! Survei Tunjukkan Dunia Usaha Membaik di Triwulan III) "Secara nominal, rata-rata upah tenaga kerja dengan level setingkat mandor/supervisor pada semester II/2020 sebesar Rp4,53 juta per bulan," kata Onny di Jakarta, Rabu (14/10/2020).

Sementara itu, untuk tenaga kerja dengan level di bawah mandor/supervisor tercatat sebesar Rp2,91 juta per bulan. Berdasarkan sektor ekonomi, tingkat upah rata-rata paling tinggi terdapat pada sektor listrik, gas dan air bersih yaitu sebesar Rp6,20 juta per
bulan untuk pegawai setingkat mandor/supervisor, dan sebesar Rp3,83 juta per bulan untuk pegawai dengan level di bawah mandor/supervisor.

Hasil survei kegiatan dunia usaha (SKDU) BI menunjukkan secara rata-rata sebagian besar responden (77,87%) belum memiliki rencana untuk menaikkan upah pegawai pada semester II/2020 sebagai dampak dari pandemi Covid-19 yang terjadi sejak semester I/2020.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Bengkak Tembus Rp7.795 Triliun
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Perkuat Rupiah, BI dan...
Perkuat Rupiah, BI dan Bank Sentral China Perdalam Penguatan Transaksi Tanpa Dolar AS
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
Indeks Keyakinan Konsumen...
Indeks Keyakinan Konsumen Mei 2026 Menurun, Ini Penjelasan BI
Sikapi Gejolak Ekonomi,...
Sikapi Gejolak Ekonomi, Partai Perindo Sodorkan Risalah Kebijakan untuk BI dan Pemerintah
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Rekomendasi
Karina Ranau Didorong...
Karina Ranau Didorong Pria hingga Terjatuh Saat Tegur Parkir Motor
Kapal Fregat Rusia Lepaskan...
Kapal Fregat Rusia Lepaskan Tembakan Peringatan di Selat Inggris
Pesan Said Didu untuk...
Pesan Said Didu untuk Prabowo: Waktu Melakukan Akomodasi Politik Sudah Lewat
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
Momentum Indonesia Perkuat...
Momentum Indonesia Perkuat Fondasi Ketahanan Energi di 2026, Ini Kuncinya
Utang Pemerintah Bengkak...
Utang Pemerintah Bengkak saat Swasta Lesu, Alarm bagi Fiskal Negara
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Infografis
Jerman akan Gelar Latihan...
Jerman akan Gelar Latihan Militer untuk Hadapi Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved