Stunting Menghambat RI Jadi Negara Maju, Menkeu: Kerugian Capai Rp474,9 Triliun

Rabu, 21 Oktober 2020 - 15:05 WIB
loading...
Stunting Menghambat...
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, stunting harus ditangani jika Indonesia ingin menjadi negara maju di tahun 2045. Pasalnya jika tidak kerugiannya bisa mencapai ratusan triliun. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, bahwa stunting adalah persoalan yang sangat serius di dunia dan Indonesia. Pasalnya hal ini berdampak pada kekerdilan secara fisik dan kemampuan berpikir.

“Di dunia ini 22,2% atau nyaris 1 dari 5 anak mengalami stunting. Di Indonesia kita juga mengalami persoalan yang serius. Pada tahun 2013 bahkan Indonesia memiliki 37,2% anak-kita kita yang mengalami stunting. Meskipun saat ini sudah turun pada tahun 2018 telah menjadi 30,8%,” katanya dalam rapat koordinasi teknis nasional percepatan pencegahan stunting, Rabu (21/10/2020).

(Baca Juga: Sri Mulyani Beberkan Keberpihakan Pemerintah ke Pesantren )

Dia mengingatkan, bahwa hal ini harus ditangani jika Indonesia ingin menjadi negara maju di tahun 2045. Pasalnya jika tidak kerugiannya bisa mencapai ratusan triliun yakni 2 sampai 3% dari produk domestik bruto (PDB). Sementara PDB Indonesia tahun 2019 mencapai Rp.15.833,9 triliun.

“Potensi kerugian akibat adanya stunting sangatlah besar. Bisa mencapai 2 hingga 3% dari produk domestik bruto (atau Rp.474,9 triliun),” ungkapnya.

(Baca Juga: Cerita Sri Mulyani Bagaimana Melawan Pandemi dengan Teknologi )

Sri Mulyani menekankan, bahwa pemerintah berkomitmen untuk menurunkan angka stunting. Dimana ditargetkan pada tahun 2024 angka stunting ada pada kisaran 14%.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan...
Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 8,2 Juta Batang Rokok Ilegal di Jalur Merak-Bakauheni
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
NHM Peduli Jalankan...
NHM Peduli Jalankan Program 60 Hari Penanganan Stunting di Lingkar Tambang Gosowong
Kelas Menengah Terus...
Kelas Menengah Terus Menyusut, Mampukah RI Jadi Negara Maju di 2045?
Melebur G7 Bersama BRICS...
Melebur G7 Bersama BRICS untuk Melawan Fragmentasi Dunia
Pilih Gandeng BRICS,...
Pilih Gandeng BRICS, Negara Maju G7 Bakal Melawan AS?
Menggugat Ilusi Kapitalisme...
Menggugat Ilusi Kapitalisme Negara
99 Ribu Motor Bodong...
99 Ribu Motor Bodong Diekspor ke Afrika, DPR Desak Polisi Bongkar Oknum di Balik Sindikat
Fakta-fakta Gudang Motor...
Fakta-fakta Gudang Motor Ilegal di Jaksel Raup Rp26 Miliar, Nomor 5 Mengagetkan!
Rekomendasi
Soundrenaline 2026 Digelar...
Soundrenaline 2026 Digelar di 5 Kota, Hadirkan DIIV, Last Dinosaurs, hingga Efek Rumah Kaca
Terluka saat Hadang...
Terluka saat Hadang Eksekusi Hotel Sultan, Kivlan Zen: Darah Saya untuk Perjuangan
Dihadiri Ribuan Peserta,...
Dihadiri Ribuan Peserta, Menteri UMKM Buka Musawarah Fest HIPMI Jakarta Selatan
Berita Terkini
Aturan Baru ESDM, Blending...
Aturan Baru ESDM, Blending Batu Bara Harus Dapat Restu Bahlil
Antisipasi Lonjakan...
Antisipasi Lonjakan 5,46 Juta Penumpang Libur Sekolah, InJourney Airports Hadirkan Fasilitas Ramah Keluarga
IHSG Berakhir di Zona...
IHSG Berakhir di Zona Merah Sentuh 6.172, Transaksi Bursa Cetak Rp17,8 Triliun
Tips MotionTrade: Jangan...
Tips MotionTrade: Jangan Tertipu, Waspadai Contoh Modus Investasi Ilegal Ini
Jangan Lewatkan! Kejar...
Jangan Lewatkan! Kejar Promo Rumah, Kendaraan, & Liburan di BRI Consumer Expo 2026 Makassar
BI Tancap Gas, Suku...
BI Tancap Gas, Suku Bunga Acuan Kembali Naik 25 Bps ke Level 5,75%
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved