Hasil Pelatihan Kartu Prakerja, Kini Banyak Jadi Youtuber dan Perias
Selasa, 03 November 2020 - 14:57 WIB
loading...
Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Purbasari mengakui, ada banyak peserta yang sekarang telah menjadi perias hingga Youtuber. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Hasil dari perjalanan panjang program pelatihan gelombang Program Kartu Prakerja 1-10. Dalam laporannya, salah satu pelatihan yang paling banyak dipilih oleh peserta adalah gaya hidup. Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja, Denni Purbasari mengakui, ada banyak peserta yang sekarang telah menjadi perias hingga Youtuber.
"Seperti misalnya (keahlian) make up, banyak kemudian menjadi youtuber, banyak yang menjadi perias prewedding, wisuda dan sebagainya yang sekarang hanya lewat online," ujar Denni dalam video virtual, Selasa (3/11/2020).
(Baca Juga: Ribuan Orang Kena Blacklist Kartu Prakerja, Nah Loh )
Menurutnya, Kartu Prakerja pada hakikatnya disiapkan untuk mengurangi gap antara kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) dan kebutuhan dunia kerja. ”Hal ini merupakan sebuah langkah yang tepat dalam mendorong penguatan tata kelola serta meningkatkan akuntabilitas program Kartu Prakerja ke depan,” katanya.
Sebelumnya Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan Universitas Indonesia, Universitas Katolik Atmajaya, dan Indonesia Mengajar untuk melakukan asesmen terhadap pelatihan yang diusulkan oleh Lembaga Pelatihan. Asesmen ini adalah bagian dari syarat diterimanya suatu pelatihan ke dalam ekosistem Prakerja.
"Seperti misalnya (keahlian) make up, banyak kemudian menjadi youtuber, banyak yang menjadi perias prewedding, wisuda dan sebagainya yang sekarang hanya lewat online," ujar Denni dalam video virtual, Selasa (3/11/2020).
(Baca Juga: Ribuan Orang Kena Blacklist Kartu Prakerja, Nah Loh )
Menurutnya, Kartu Prakerja pada hakikatnya disiapkan untuk mengurangi gap antara kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) dan kebutuhan dunia kerja. ”Hal ini merupakan sebuah langkah yang tepat dalam mendorong penguatan tata kelola serta meningkatkan akuntabilitas program Kartu Prakerja ke depan,” katanya.
Sebelumnya Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja telah menandatangani Nota Kesepahaman dengan Universitas Indonesia, Universitas Katolik Atmajaya, dan Indonesia Mengajar untuk melakukan asesmen terhadap pelatihan yang diusulkan oleh Lembaga Pelatihan. Asesmen ini adalah bagian dari syarat diterimanya suatu pelatihan ke dalam ekosistem Prakerja.
Lihat Juga :