Piye Iki Gaes! Separuh Rakyat RI Nggak Ngerti Literasi Keuangan

loading...
Piye Iki Gaes! Separuh Rakyat RI Nggak Ngerti Literasi Keuangan
FOTO/Istimewa
JAKARTA - Ekonom Indef Eko Listiyanto mengatakan apabila sektor keuangan semakin inklusif maka potensi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi akan semakin mudah dan kuat.

"Jadi kalau masyarakat semakin inklusif sektor keuangan, juga akan mendorong ketahanan keuangan secara total untuk Indonesia. Terus kalau mereka semakin terliterasi, maka ketahanan keuangan individu atau dompet masing masing entah itu portofolio investasi apapun akan lebih mateng karena dia terliterasi," ucap Eko di Jakarta, Kamis (3/12/2020).

Baca Juga: Literasi dan Generasi Unggul

Dengan demikian, sudah menjadi penting bahwa inklusi keuangan dalam pembangunan ekonomi indonesia kedepan. Adapun jika dilihat dari sisi literasi yang di survei setiap 3 tahun sekali, menunjukkan bahwa literasi keuangan Indonesia relatif meningkat dari tahun 2013 sebesar 21% sampai sekarang sudah hampir 40%.



"Tapi tentu ini butuh perjuangan panjang karena berarti lebih dari setengah masyarakat Indonesia belum terliterasi. Kalau masih 40% kan artinya belum banyak yang begitu memahami sektor keuangan indonesia," katanya.

Baca Juga: Perangi Hoaks, Jokowi Minta Literasi Digital Kawula Muda Ditingkatkan

Eko pun berharap, agar survei yang dilakukan untuk mengetahui literasi dan keuangan masyarakat bukan hanya dilakukan setiap 3 tahun sekali melainkan setahun sekali. Hal ini bertujuan agar bisa melihat lebih detail pemahaman masyarakat tentang sektor keuangan.



"Mudah mudahan bisa setiap tahun sehingga kita bisa melihat lebih detail lagi. Karen saya rasa ini memungkinkan karena teknologi semakin berkembang sehingga kalau bisa tahunan jadi dinamika bisa kelihatan," imbuh Eko
(nng)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top