Agar Tak Rembes ke Pasar, Pemerintah Diminta Pelototi Impor Gula Rafinasi

Selasa, 15 Desember 2020 - 14:06 WIB
loading...
Agar Tak Rembes ke Pasar,...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI) Soemitro Samadikun meminta agar pemerintah memperketat pengawasan agar gula rafinasi hanya untuk industri makanan dan minuman (mamin) . Pengawasan ini untuk mencegah agar gula rafinasi tidak merembes ke pasar tradisional.

"Sehingga kami para petani tidak disulitkan oleh banjirnya gula rafinasi di pasar konsumsi dan industri mamin juga tidak teriak-teriak dan mengeluh kekurangan pasokan bahan baku," ujarnya pada Market Review IDX Channel, Selasa (15/12/2020). ( Baca juga:Gawat! Stok Gula Industri Menipis, Industri Mamin Bisa Meringis )

Soemitro menuturkan, impor gula rafinasi untuk kebutuhan industri harus diawasi ketat peruntukannya, mulai dari perizinan, volume kuota, hingga kontraknya dengan industri mamin. Menurut dia, yang menjadi permasalahan adalah adanya gula rafinasi yang beredar juga di pasar konsumsi yang semestinya dilarang.

"Sehingga di satu sisi yang mestinya untuk industri mamin menjadi kekurangan. Namun di pasar konsumsi gula tersebut juga membanjiri pasar yang harusnya dipasok oleh gula yang diproduksi petani," ungkapnya.

Dia melanjutkan, saat ini petani tebu masih memiliki sekitar 120.000 hingga 140.000 ton gula yang belum laku. "Jadi di satu sisi pasar kami dibanjiri gula rafinasi yang bocor sehingga industri mamin kekurangan. Tetapi di sisi lain gula kami juga tidak laku," imbuhnya.

Seperti diketahui, di Indonesia ada dua produk gula, yaitu gula rafinasi yang bahan bakunya diperoleh dari impor dan gula kristal putih yang diproduksi oleh pabrik gula dalam negeri. ( Baca juga:Berisiko, Orang Tua Masih Berat Lepas Anak SD Sekolah Tatap Muka )

"Untuk itu kami usul kepada pemerintah untuk memperketat pengawasan bahwa gula rafinasi hanya untuk industri mamin," tandasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Sistem Berjenjang Jadi...
Sistem Berjenjang Jadi Jawaban Krisis Bibit Tebu
GAPMMI Dukung Langkah...
GAPMMI Dukung Langkah Menperin Amankan Bahan Baku Kemasan
Pengalihan Impor Gula...
Pengalihan Impor Gula Industri ke BUMN Dinilai Bukan Solusi, Awas Makin Mahal!
Biang Masalah Ekosistem...
Biang Masalah Ekosistem Gula Nasional, DPR Minta Pemerintah Stop Impor Rafinasi
Negosiasi RI-AS Disambut...
Negosiasi RI-AS Disambut Pelaku Usaha Mamin, Kunci Keberlanjutan Industri dan Daya Saing Ekspor
Petani Mulai Tanam Tebu,...
Petani Mulai Tanam Tebu, DPR Dorong Ada Perbaikan Ekosistem Gula
5 Bos Perusahaan Gula...
5 Bos Perusahaan Gula Divonis 4 Tahun Penjara Terkait Kasus Korupsi Impor Gula
Tom Lembong Datangi...
Tom Lembong Datangi Komisi Yudisial terkait Laporan terhadap Hakim yang Memvonisnya
Wujudkan Kemandirian...
Wujudkan Kemandirian Pangan, Ibas Serahkan Bantuan Alsintan ke Petani Madiun
Rekomendasi
Presiden Belarusia:...
Presiden Belarusia: Lobi Yahudi Menipu Putin
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Berita Terkini
Libur 1 Muharram, Harga...
Libur 1 Muharram, Harga Emas Antam Stagnan di Rp2,7 Juta per Gram
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Kapal Tanker India Lintasi...
Kapal Tanker India Lintasi Selat Hormuz, Tandai Pulihnya Jalur Strategis usai Kesepakatan Damai AS-Iran
Ini Prinsip Dasar Manajemen...
Ini Prinsip Dasar Manajemen Risiko yang Wajib Dipahami Setiap Trader Forex
Kebut Program Motor...
Kebut Program Motor dan Kompor Listrik Tahun Depan, Bahlil Anggarkan Rp1,45 Triliun
Hasil Seleksi Pelatihan...
Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Begini Cara Aksesnya
Infografis
Balas Dendam ke AS,...
Balas Dendam ke AS, China Naikkan Tarif Impor Jadi 125%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved