Perang Bunga Kredit Bukti Persaingan Sengit Industri Perbankan

Kamis, 07 Januari 2021 - 01:00 WIB
loading...
Perang Bunga Kredit...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pengamat perbankan Binus University Doddy Ariefianto mengatakan, dinamika persaingan industri perbankan di Indonesia cukup tinggi. Persaingan itu tampak dengan adanya perang suku bunga antar-bank.

"Sering sekali adanya episode-episode perang suku bunga dan biasanya terjadi ketika ada pengetatan moneter seperti suku bunga BI naik. Nah di situ ada perang bunga, namanya perang jadi kompetitif," ujar dia secara virtual di Jakarta, Rabu (6/1/2021). ( Baca juga:Kondisi Perbankan Tak Akan Terguncang Seperti Krisis 1998 )

Menurut Doddy, sebenarnya ada suatu leadership di industri perbankan, baik dari sisi simpanan atau pinjaman meskipun tidak stabil. "Jadi ada pemimpin-pemimpin industri, bank besar, seperti bank buku IV, tapi pengaruh mereka untuk mengendalikan industrinya tidak terlalu kuat," ucapnya.

Dia memaparkan, ketika terjadi pengetatan moneter dan likuditas bank tiba tiba mengering namun perbankan tetap saja saling berebutan untuk mengambil dana yang ada. Ditambah lagi dengan jumlah bank yang masih banyak.

"Itu jumlah bank buku III dan buku IV masih sekitar 35. Dan dengan jumlah tersebut intensitas persiangan masih tinggi," katanya.

Lebih lanjut Doddy mengatakan, untuk bank kecil memperoleh modal sebenarnya tidak terlalu susah. Sebab, industri perbankan di Indonesia merupakan salah satu yang paling profitable di dunia. ( Baca juga:Koruptor Ramai-ramai Ajukan PK, KPK: Seharusnya Jadi Perhatian Khusus MA )

"Kalau dalan kondisi normal ya bukan kondisi sekarang itu kita punya NIM 5%, ROA di atas 2%, ekuity itu sekitar 20% dan di dunia tidak sampai 10 negara yang seperti ini. Makanya bank dari global yang ingin masuk ke Indonesia itu banyak," tandasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Menko Airlangga Siap...
Menko Airlangga Siap Wujudkan Kemauan Prabowo, Bunga KUR 5 Persen
Danamon Umumkan Rencana...
Danamon Umumkan Rencana Perubahan Susunan Pengurus
Dirut BRI: Fundamental...
Dirut BRI: Fundamental Industri Perbankan Solid, Akselerasi Kredit Butuh Penguatan Demand
Dampak Cuaca Esktrem,...
Dampak Cuaca Esktrem, Industri Maskapai Mengaku Boncos 20%
Arah Baru Transformasi...
Arah Baru Transformasi Diapresiasi Global, The Banker Nobatkan BRI Sebagai Bank of The Year 2025
Lapor ke Purbaya, Pengusaha...
Lapor ke Purbaya, Pengusaha Tekstil Keluhkan Sulit Dapat Kredit Bank
Tersangka Mantan Dirut...
Tersangka Mantan Dirut Sritex Iwan Kurniawan Cairkan Kredit Bank Pakai Invoice Fiktif
Usai Diperiksa Kejagung,...
Usai Diperiksa Kejagung, Bos Sritex Dicecar 25 Pertanyaan
Kejagung Usut Dugaan...
Kejagung Usut Dugaan Korupsi di PT Sritex
Rekomendasi
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Nana Mirdad hingga Maia Estianty Ikut Resah
Formula 1 Monako 2026...
Formula 1 Monako 2026 Digelar, Panaskan Akhir Pekan! Nonton Streaming di VISION+
Israel Bombardir Lebanon...
Israel Bombardir Lebanon Lagi, Padahal Telah Setuju Gencatan Senjata yang Dimediasi AS
Berita Terkini
Transaksi Digital Melonjak,...
Transaksi Digital Melonjak, Visa Tekankan Pentingnya Pengelolaan Risiko
Peringati Hari Lingkungan...
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, BRI Dorong Sadar Budaya Kelola Sampah melalui Green Action BRI Peduli
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp18.000 per Dolar AS, Pengusaha Ritel Sport Jantung
Lindungi Konsumen, Pakar...
Lindungi Konsumen, Pakar UI Ingatkan Dampak Paparan BPA Galon Guna Ulang
IHSG Kembali Babak Belur...
IHSG Kembali Babak Belur Siang Ini, Nyungsep 2,53% ke 5.692
Teknologi Fungisida...
Teknologi Fungisida Baru Syngenta Dukung Target Swasembada Beras
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved