Bakal Dipakai di Mal, Produksi GeNose C-19 Dikebut Hingga 10 Ribu Unit per Minggu

loading...
Bakal Dipakai di Mal, Produksi GeNose C-19 Dikebut Hingga 10 Ribu Unit per Minggu
Calon penumpang menghembuskan nafas ke dalam kantung GeNose C19 di Stasiun Pasar Senen, Jakarta, Kamis (04/02/2021). Foto/Dok SINDOphoto/Adam Erlangga
JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) dan Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro siap mempercepat kapasitas produksi alat pendeteksi Covid-19 lewat embusan nafas atau GeNose C-19 agar mencapai 10 ribu. Saat ini kapasitas produksi baru mencapai 1.000 unit per minggu.

Dia mengatakan, produksi GeNose C19 diharapkan bisa lebih tinggi, mencapai 10 ribu unit per minggu. Pasalnya, saat ini permintaan terhadap GeNose C19 jauh di atas kemampuan produksi oleh lima industri manufaktur.

(Baca juga: Berkah buat Pariwisata: Screening Covid-19 dengan GeNose cuma Butuh 600 Perak )

"UGM saat ini sudah menggandeng lima perusahaan yang melakukan manufaktur. Kami sudah fasilitasi tim UGM dan para mitranya agar bisa scale up up produksi," kata Bambang dalam Konferensi Pers Hybrid Launching GeNose C-19 di Jakarta, Jumat (19/2/2021).

Bambang menekankan GeNose C-19 bukan untuk dibandingkan dengan tes polymerase chain reaction (PCR). Sebab, PCR lebih digunakan untuk diagnosis. Sedangkan GeNose C-19 digunakan untuk screening atau pengecekan awal untuk positif Covid-19.



(Baca juga: Ruam Lebih Dapat Prediksi Covid-19 ketimbang Demam dan Batuk )

GeNose C-19, kata dia, selain untuk di tempat wisata juga dapat digunakan di pusat perbelanjaan. Saat ini, pengelola pusat perbelanjaan menggunakan cek cuhu sebagai metode screening. Hal itu tentu tidak menjamin karena tingginya suhu tubuh manusia bukan berarti mengidap Covid-19.

Sebaliknya, orang yang tertular Covid-19 bisa jadi tidak memiliki suhu tinggi seperti orang tanpa gejala. "Jadi tidak usah cek temperatur, langsung GeNose saja," katanya.
(ind)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top