Skema Pembiayaan Gadai Bisa Jaga Perekonomian Masyarakat
Rabu, 24 Februari 2021 - 20:34 WIB
loading...
Pembiayaan dengan skema gadai yang tidak memerlukan syarat berbelit menjadi pilihan masyarat bawah. Foto/Dok.
A
A
A
JAKARTA - Skema pembiayaan gadai yang dilakukan PT Pegadaian (Persero) menjadi andalan masyarakat dalam memenuhi atau mengisi kebutuhan pendanaan bagi keberlangsungan rumah tangga maupun penghidupan. Skema ini juga terbukti menggerakan roda perejonomian masyarakat di lapisan bawah.
(Baca Juga : Hari Ini Harga Emas Kembali Stagnan, Ini Rinciannya! )
Ekonomi INDEF Bima Yudhistira menilai, Pegadaian layak dipertahankan karena ini sangat membantu masyarakat kecil atau masuk kategori mikro dan ultra mikro. "Gadai ini bagi masyarakat Indonesia berfungsi untuk menjaga ketahanan keberlangsung dinamika kehidupan masyarakat Indonesia di kalangan menengah kebawah,''ujarnya di Jakarta, Kamis (24/2/2021).
Pegadaian selama ini juga dikenal menjalankan fungsi yang memberikan layanan pinjaman untuk mengatasi praktik pinjaman tidak wajar di tengah masyarakat. Apabila fungsi Pegadaian dan skema pembiayaan gadai ini ditutup seiring dengan rencana pemberdayaan ekonomi melalui sistem perbankan maka masyarakat akan kehilangan peluang untuk mendapatkan pinjaman yang mudah dan murah.
(Baca Juga : Ambyar! Gara-gara Bitcoin dan Saham, Bos Tesla Rugi Rp212 Triliun )
(Baca Juga : Hari Ini Harga Emas Kembali Stagnan, Ini Rinciannya! )
Ekonomi INDEF Bima Yudhistira menilai, Pegadaian layak dipertahankan karena ini sangat membantu masyarakat kecil atau masuk kategori mikro dan ultra mikro. "Gadai ini bagi masyarakat Indonesia berfungsi untuk menjaga ketahanan keberlangsung dinamika kehidupan masyarakat Indonesia di kalangan menengah kebawah,''ujarnya di Jakarta, Kamis (24/2/2021).
Pegadaian selama ini juga dikenal menjalankan fungsi yang memberikan layanan pinjaman untuk mengatasi praktik pinjaman tidak wajar di tengah masyarakat. Apabila fungsi Pegadaian dan skema pembiayaan gadai ini ditutup seiring dengan rencana pemberdayaan ekonomi melalui sistem perbankan maka masyarakat akan kehilangan peluang untuk mendapatkan pinjaman yang mudah dan murah.
(Baca Juga : Ambyar! Gara-gara Bitcoin dan Saham, Bos Tesla Rugi Rp212 Triliun )
Lihat Juga :