Menko Airlangga Ungkap Enam Stimulus Bangkitkan UMKM
Sabtu, 13 Maret 2021 - 03:26 WIB
loading...
Airlangga Hartarto mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk kembali bangkit. Untuk itu pemerintah memberi dukungan melalui kebijakan enam stimulus ekonomi. Foto/Dok
A
A
A
GUBENG - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian yang juga Ketua Komite Penanganan Pandemi Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Airlangga Hartarto mendorong pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah ( UMKM ) untuk kembali bangkit. Untuk itu pemerintah memberi dukungan melalui kebijakan enam stimulus ekonomi .
Baca Juga: Bangkit dari Pandemi, UMKM Dituntut Lebih Melek Digital
Upaya pemerintah untuk membangkitkan UMKM tidak lepas dari data bahwa 99% seluruh usaha yang beroperasi di Indonesia sangat terdampak oleh pandemi. UMKM sendiri memiliki konstribusi besarterhadap PDB Indonesia yakni sebesar 61%. Karena itu, pemerintah mengalokasikan anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk sektor UMKM sebesar Rp184,3 Triliun.
"Dukungan UMKM dan pembiayaan koperasi diberikan dalam bentuk enam stimulus, yaitu subsidi bunga UMKM, bantuan produktif usaha mikro, subsidi imbal jasa penjaminan (IJP), penempatan dana pada bank umum, dan insentif pajak untuk restrukturisasi kredit, dan dukungan lainnya," ujar Menko Airlangga saat diskusi di Universitas Airlangga (UNAIR).
Lebih lanjut, dalam program kredit usaha rakyat, pemerintah memberikan perpanjangan subsidi bunga sebesar 3 persen selama enam bulan, penundaan angsuran pokok, relaksasi kebijakan KUR, dan secara khusus kepada ibu rumah tangga dan mereka yang terkena PHK, pemerintah memberikan KUR Super Mikro.
"Bantuan lain yang diberikan adalah Banpres Produksi Usaha Mikro bagi pelaku usaha mikro yang tidak sedang menerima kredit perbankan dan program ini diperluas tahun 2021 ini," ujarnya.
Baca Juga: Bangkit dari Pandemi, UMKM Dituntut Lebih Melek Digital
Upaya pemerintah untuk membangkitkan UMKM tidak lepas dari data bahwa 99% seluruh usaha yang beroperasi di Indonesia sangat terdampak oleh pandemi. UMKM sendiri memiliki konstribusi besarterhadap PDB Indonesia yakni sebesar 61%. Karena itu, pemerintah mengalokasikan anggaran program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) untuk sektor UMKM sebesar Rp184,3 Triliun.
"Dukungan UMKM dan pembiayaan koperasi diberikan dalam bentuk enam stimulus, yaitu subsidi bunga UMKM, bantuan produktif usaha mikro, subsidi imbal jasa penjaminan (IJP), penempatan dana pada bank umum, dan insentif pajak untuk restrukturisasi kredit, dan dukungan lainnya," ujar Menko Airlangga saat diskusi di Universitas Airlangga (UNAIR).
Lebih lanjut, dalam program kredit usaha rakyat, pemerintah memberikan perpanjangan subsidi bunga sebesar 3 persen selama enam bulan, penundaan angsuran pokok, relaksasi kebijakan KUR, dan secara khusus kepada ibu rumah tangga dan mereka yang terkena PHK, pemerintah memberikan KUR Super Mikro.
"Bantuan lain yang diberikan adalah Banpres Produksi Usaha Mikro bagi pelaku usaha mikro yang tidak sedang menerima kredit perbankan dan program ini diperluas tahun 2021 ini," ujarnya.
Lihat Juga :