Pandemi Munculkan Generasi Milenial Syariah

loading...
SVP Marketing Communication Bank Syariah Indonesia (BSI) Ivan Ally pada kesempatan yang sama mengatakan, pihaknya sebagai penyedia jasa keuangan syariah telah mambuat segmentasi dan membranding kalangan muslim milenial dengan sebutan Gen-Sy (gen-syariah).

“Kami melihat ada segmen yang seksi bahwa kemenangan brand hari ini adalah dengan memanfaatkan segmentasi yang seksi ini yaitu segmentasi milenial, gen Y dan gen Z sehingga dalam banyak kampanye,” kata Ivan.

Baca juga: Permudah Transaksi Keuangan, BSI Sediakan Layanan Perbankan Bagi MK

Dia menambahkan adanya segmen tersebut, cukup seksi untuk ‘dilirik’ sehingga dipastikan semua brand beralih ke segmen tersebut. Kendati demikian, sebelum memamfaatkan peluang tersebut BSI akan terlebih dulu mempelajari apa yang menjadi kegelisahan kalangan milenial.

Menurut dia, setidaknya ada empat hal yang telah dipelajari dari kalangan milenial. Pertama, mereka mengalami ketidakseimbangan antara bekerja dan kehidupan di luar pekerjaan.
“Itu poin yang kami tangkap. Masa pandemi membuat orang kerjanya semakin gila. Sehingga kami melihat ada gejala ketidakseimbangan itu,” ungkapnya.

Kedua, ternyata milenial itu hidupnya tidak sehat karena suka sekali fast food sehingga ditangkap sebagai kegelisahan mengenai unhealty lifestyle. Ketiga, internet digital menumpahruahkan informasi yang pada akhirnya, dalam sejumlah hal terpaan informasi yang bertubi-tubi membuat milenial mengambil kulit informasinya saja.

Keempat, milenial membutuh literasi finansial yang tinggi. Ini karena mereka dianggap mengalami tiga kali krisis sehingga berhati-hati dalam membelanjakan keuangan. Menurutnya, pandemi mendorong kaum milenial melihat keadaan sekitar bahwa banyak orang tidak beruntung sehingga mereka mencari banyak hal literasi keuangan.

“Kami sebagai institusi finansial menangkap ini menjadi bagian yang penting. Kami melihat sejumlah kegelisahan ini dengan gerakan yang distimulus oleh pandemi membuat untuk mencari titik keseimbangan baru,” paparnya.

Dengan segala permasalahan yang dihadapi milenial, pihaknya ingin menjadi sebuah brand yang menjadi solusi. Selain itu, BSI juga ingin menjadi brand yang paling dekat pertama kali dengan kalangan milenial.

“Setelah mengamati kegelisahan itu kami membuat gerakan Gen-Sy. Kami memang berada dalam lembaga syariah yang sekarang menjadi magnet besar sekali dan harus jadi bagian komersialisasi dan bagian dari jalan dakwah kami,” ungkapnya.

Baca juga: Kebal Terhadap Krisis, Ini Upaya OJK Dorong Perbankan Syariah

Selain itu, kata dia, Gen-Sy juga bisa mengajak milenial untuk tetap aktif terlibat di kehidupan sosial dengan keterlibatan langsung dengan berderma secara online.

“Ada aspek spiritual yang ingin kami kejar dan kami ingin mengajak orang untuk menjadi bagian dari itu. Kami beri label milenial ini akan banyak kami sentuh dalam banyak kegiatan, bukan cuuma menawarkan produk, tapi kami punya positioning utama digital banking, kami tanbah fasilitasi milenial untuk bisa kecimpung sosialnya” katanya.

Di bagian lain, pakar ekonomi syariah Adiwarman Azwar Karim menilai, perkembangan teknologi saat ini telah mengubah perilaku kaum milenial sehingga mereka tertarik pada sektor syariah. Menurutnya, ada beberapa faktor yang membuat sektor ini semakin dilirik.

Pertama, kemajuan teknologi saat ini membuat kaum milenial mendapatkan segala secara instan termasuk informasi dan melakukan transaksi-transaksi digital. Kedua, kemajuan teknologi juga telah membuat generasi milenial mempunyai akses yang sangat luas tentang apapun yang ingin mereka ketahui.
halaman ke-2
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top