Vaksinasi Senjata Pemulihan Ekonomi, Pengusaha Minta Dilibatkan

Sabtu, 19 Juni 2021 - 02:22 WIB
loading...
Vaksinasi Senjata Pemulihan...
Program vaksinasi masih menjadi senjata dalam pemulihan ekonomi Indonesia. Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Hariyadi meminta pemerintah untuk melepas vaksin gotong royong pada pihak swasta. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Program vaksinasi masih menjadi senjata dalam pemulihan ekonomi Indonesia. Ketua umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) , Hariyadi Sukamdani meminta pemerintah untuk melepas vaksin gotong royong pada pihak swasta agar mempercepat proses vaksinasi .

“Kuncinya adalah seluruh masyarakat Indonesia harus divaksin. Indonesia ini sebenarnya terlambat karena dari 20 juta vaksin yang di rencanakan, yang datang hanya 450 ribu vaksin,” ujarnya dalam diskusi daring ‘Pemulihan Ekonomi Di masa Pandemi’, Jumat (18/6/2021).

Baca Juga: Mau Daftar Vaksin Gotong Royong? Cek Rincian Harganya

Ia mengkhawatirkan proses penyebaran vaksin ini akan semakin lama jika pihak swasta tidak diikutserakan dalam pembelian vaksin.

“Semestinya jika pintu dibuka selain biofarma, saya rasa akan banyak pihak swasta yang mengambil peran. Sehingga penyebaran vaksin bisa lebih cepat. Misalnya ada masyarakat yang memiliki dana ingin membeli paket vaksin secara mandiri. Menurut saya itu kan jauh lebih cepat dibanding harus semuanya menunggu vaksin subsidi pemerintah,” terangnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso menerangkan, tingkat vaksinasi global secara harian masih terus melaju, terutama di Asia khususnya China yang mampu menyuntikkan 20 juta dosis dalam sehari.

Indonesia harus berkaca pada negara tetangga yang dapat melakukan penyebaran vaksin secara cepat dan merata dengan distribusi vaksin maupun protokol kesehatan. Dunia mengatakan ekonomi akan membaik. Sebab negara-negara maju sudah membuktikan keberhasilannya dalam pemulihan ekonomi dengan penggunaan vaksin.

Indonesia sudah ada tanda-tanda membaik. Namun, Wimboh menyampaikan, ada sektor-sektor yang perlu diperhatikan seperti penerbangan, travel, dan perhotelan. Sebab, dari sektor inilah yang memberi peran besar dalam pemulihan ekonomi negara.

“Sekarang ini kalau kita tidak berani naik pesawat, pesawatnya kosong. Dari sekian pesawat hanya sekian saja yang diterbangkan. Yang spending banyak ya turis-turis. Kalau turis tidak ada, hotel sepi. Begitu hotel tidak ada yang nginap, penyewaan mobil di Bali bisa gulung tikar. Dan restoran juga sama,” jelasnya.

Menurutnya, selama mobilitas belum pulih, sulit untuk mengembalikan sektor-sektor tersebut membaik. Maka dari itu, perolehan vaksinasi sangat penting guna memberikan penangkal dalam diri setiap orang supaya dapat melakukan mobilitas dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

Baca Juga: Perdana di Sektor Perbankan, Karyawan BCA Mulai Divaksin Gotong Royong

Pada kesempatan yang sama, Deputi Gubernur Bank Indonesia, Doni Primanto Joewono mengungkapkan, mobilitas orang-orang Indonesia sangat tinggi melebihi pre-Covid 19. Tak bisa dipungkiri masyarakat Indonesia memiliki keinginan yang tinggi melakukan mobilitas.

Ia menilai, ada sisi baik dalam semangat orang Indonesia dalam mengembalikkan keadaan ekonomi. Seperti mulai merintis UMKM, berjualan dan lain sebagainya. Tentu dalam kegiatannya tak jauh dari mobilitas. Doni mengingatkan, hal itu boleh dilakukan dengan catatan patuhi prokes.

“Orang Indonesia kurang hati-hati. Seluruh masyarakat Indonesia boleh melakukan mobilitas seperti usaha UMKM dan lain-lain tapi yang perlu diingat tetap patuh prokes. Karena itulah yang mengembalikkan ekonomi kita,” tuturnya.

Ia menambahkan, dalam pemulihan ekonomi, negara jangan bertumbuh pada kegiatan konsumsi terus menerus. Sebab, Indonesia memiliki peluang besar melakukan ekspor. Hal ini bisa dilakukan sebagai salah satu cara memulihkan ekonomi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Berantakan Sentuh...
Rupiah Berantakan Sentuh Rp17.500, Pengusaha Cemaskan Kelangsungan Bisnis
Pengusaha Diminta Tak...
Pengusaha Diminta Tak Usah Was-was Soal Pemeriksaan WP Tax Amnesty Jilid II
Separuh Pengusaha RI...
Separuh Pengusaha RI Setop Ekspansi 5 Tahun ke Depan, Lapangan Kerja Terancam Lesu
Kondisi Ketenagakerjaan...
Kondisi Ketenagakerjaan RI Lampu Kuning, 1,5 Juta Calon Pekerja Tak Terserap Setiap Tahun
Pengusaha Buka Suara...
Pengusaha Buka Suara Soal WFH Seminggu Sekali, Awas! Ganggu Operasional Usaha
Tarif Trump Berubah-Ubah,...
Tarif Trump Berubah-Ubah, Dunia Usaha Butuh Kepastian
Syaiful Huda Ajak Masyarakat...
Syaiful Huda Ajak Masyarakat Sipil Kawal Percepatan Pembahasan RUU Pekerja GIG
Presiden Prabowo Ingatkan...
Presiden Prabowo Ingatkan Pengusaha Harus Beri Manfaat Nyata bagi Rakyat
Prabowo Bertemu Pengusaha...
Prabowo Bertemu Pengusaha di Hambalang, Ajak Ciptakan Lapangan Kerja Baru
Rekomendasi
Kreasa Fest 2026 Jadi...
Kreasa Fest 2026 Jadi Ajang Mahasiswa Untar Perkenalkan Budaya Indonesia di Era Digital
Kart.inc Kirim Dua Pembalap...
Kart.inc Kirim Dua Pembalap Indonesia ke Kejuaraan Dunia Gokart Elektrik di Italia
Iran Temukan Pangkalan...
Iran Temukan Pangkalan Angkatan Laut Berusia 2.000 Tahun di Selat Hormuz
Berita Terkini
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved