Menjaring Investasi ala Dubes RI untuk Singapura Suryo Pratomo
Jum'at, 06 Agustus 2021 - 18:32 WIB
loading...
Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryo Pratomo
A
A
A
JAKARTA - Singapura menjadi negara terbesar yang berinvestasi di Indonesia pada kuartal II-2021 sebesar USD2,1 miliar. Duta Besar Indonesia untuk Singapura Suryo Pratomo pun membeberkan tiga jurus jitu agar investasi asing bisa masuk ke Indonesia.
Pertama adalah kredibiltas pemangku kepentingan. Tommy menyebut bahwa semua stakeholder yang terkait perlu menunjukkan bahwa investasi di Indonesia bisa terjamin dan terlaksana. "Pertama adalah kredibilitas, kita harus menunjukkan bahwa kita bukan hanya potensial tetapi berbisnis di Indonesia bisa terjamin dan bisa terlaksana," terangnya dalam Market Review, Jumat (6/8/2021).
Baca Juga: Wow! Investasi Asing dari Proyek Gasifikasi Batubara Capai Rp30,1 Triliun
Kedua, menurut Tommy, adalah kecepatan dalam pengambilan keputusan. Baginya, pemerintah daerah harus lebih proaktif saat ada peluang masuknya investasi asing. "Kedua, kecepatan mengambil keputusan, pemda tentunya harus lebih proaktif jangan hanya sekedar menunggu, ketika ada peluang harus difollow up sampai betul-betul terlaksana," jelasnya.
Bagi Tommy yang terakhir adalah bagaimana investasi asing di daerah tersebut dapat dilihat dan dirasakan hasilnya. Tak ketinggalan Tommy juga membeberkan bahwa Indonesia telah memiliki kesiapan menerima masuknya investasi asing, tetapi selalu terganjal eksekusinya.
Pertama adalah kredibiltas pemangku kepentingan. Tommy menyebut bahwa semua stakeholder yang terkait perlu menunjukkan bahwa investasi di Indonesia bisa terjamin dan terlaksana. "Pertama adalah kredibilitas, kita harus menunjukkan bahwa kita bukan hanya potensial tetapi berbisnis di Indonesia bisa terjamin dan bisa terlaksana," terangnya dalam Market Review, Jumat (6/8/2021).
Baca Juga: Wow! Investasi Asing dari Proyek Gasifikasi Batubara Capai Rp30,1 Triliun
Kedua, menurut Tommy, adalah kecepatan dalam pengambilan keputusan. Baginya, pemerintah daerah harus lebih proaktif saat ada peluang masuknya investasi asing. "Kedua, kecepatan mengambil keputusan, pemda tentunya harus lebih proaktif jangan hanya sekedar menunggu, ketika ada peluang harus difollow up sampai betul-betul terlaksana," jelasnya.
Bagi Tommy yang terakhir adalah bagaimana investasi asing di daerah tersebut dapat dilihat dan dirasakan hasilnya. Tak ketinggalan Tommy juga membeberkan bahwa Indonesia telah memiliki kesiapan menerima masuknya investasi asing, tetapi selalu terganjal eksekusinya.
Lihat Juga :