Didera 3 Jenis Stres, Nasib PRT Migran Bikin Ngenes
Sabtu, 14 Agustus 2021 - 22:22 WIB
loading...
Ilustrasi pekerja migran. Foto/Dok SINDOnews/Ali Masduki
A
A
A
JAKARTA - Ketua International Migrants Alliance, Eni Lestari mengungkapkan, sektor terbesar Pekerja Migran Indonesia (PMI) di luar negeri adalah pekerja domestik yaitu pekerja rumah tangga (PRT) dan penjaga jompo, di mana mayoritas pekerjanya adalah kaum perempuan.
Dia mengatakan, sebelum pandemi kondisi pekerja PRT migran sangat berat. Hal itu disebabkan pemerintah pada negara-negara penempatan masih belum memasukkan PRT migran ke dalam perlindungan undang-undang perburuhan, kecuali di Hong Kong.
“Tidak ada kontrak kerja standar, jaminan libur, standar makanan layak dan jam kerja. Inilah alasan utama mengapa PRT terus menerus mengalami perlakuan buruk di tangan majikan dan agen-agen yang jahat,” bebernya dalam webinar Congress of Indonesian Diaspora, Sabtu (14/8/2021).
Baca juga: Begini Cara Mencegah Terinfeksi Covid-19 di Tempat Kerja
Sejak pandemi Covid-19, lanjut dia, kondisi kesehatan PRT migran semakin memburuk dan genting. Survei yang dilakukan Badan Koordinasi Migran Asia sebagai aliansi migran lintas negara di Hong Kong menunjukkan bahwa PRT mengalami tiga jenis stres sekaligus.
Pertama, stres fisik yang disebabkan oleh jam kerja yang semakin panjang yakni 17-19 jam per hari. Para pekerja migran tidak mendapatkan jaminan kuantitas dan kualitas makanan bergizi, kurang layaknya tempat tidur dan adanya larangan libur.
Dia mengatakan, sebelum pandemi kondisi pekerja PRT migran sangat berat. Hal itu disebabkan pemerintah pada negara-negara penempatan masih belum memasukkan PRT migran ke dalam perlindungan undang-undang perburuhan, kecuali di Hong Kong.
“Tidak ada kontrak kerja standar, jaminan libur, standar makanan layak dan jam kerja. Inilah alasan utama mengapa PRT terus menerus mengalami perlakuan buruk di tangan majikan dan agen-agen yang jahat,” bebernya dalam webinar Congress of Indonesian Diaspora, Sabtu (14/8/2021).
Baca juga: Begini Cara Mencegah Terinfeksi Covid-19 di Tempat Kerja
Sejak pandemi Covid-19, lanjut dia, kondisi kesehatan PRT migran semakin memburuk dan genting. Survei yang dilakukan Badan Koordinasi Migran Asia sebagai aliansi migran lintas negara di Hong Kong menunjukkan bahwa PRT mengalami tiga jenis stres sekaligus.
Pertama, stres fisik yang disebabkan oleh jam kerja yang semakin panjang yakni 17-19 jam per hari. Para pekerja migran tidak mendapatkan jaminan kuantitas dan kualitas makanan bergizi, kurang layaknya tempat tidur dan adanya larangan libur.
Lihat Juga :