Putin: Kebijakan Energi UE Merupakan Bunuh Diri Ekonomi

Rabu, 18 Mei 2022 - 09:23 WIB
loading...
Putin: Kebijakan Energi...
Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut kebijakan energi Uni Eropa sebagai bunuh diri ekonomi. Foto/Ilustrasi/Reuters
A A A
JAKARTA - Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa inflasi energi di negara-negara Barat adalah kesalahan mereka sendiri. Uni Eropa (UE) menurutnya melakukan bunuh diri ekonomi dengan mencoba membatasi dari sumber energi yang dipasok Rusia.

"Otomatis ekonomi seperti itu, bunuh diri, tentu saja, merupakan urusan internal negara-negara Eropa. Kita harus bertindak secara pragmatis, bergerak terutama dari kepentingan ekonomi kita sendiri," ujarnya seperti dilansir Russia Today, Rabu (18/5/2022).

Menurut Putin, Eropa mengakui bahwa mereka belum dapat sepenuhnya meninggalkan sumber daya energi Rusia. Namun demikian, UE juga menerapkan sanksi dan pembatasan tanpa memperhatikan kerusakan yang telah mereka timbulkan terhadap ekonomi mereka sendiri.

Baca Juga: Jelang Musim Dingin, Harga Gas Eropa Diperkirakan Bisa Naik 3 Kali Lipat

Sanksi dan deklarasi mengenai keinginan untuk tak lagi menyerap pasokan energi dari Rusia menurutnya telah berkontribusi pada meroketnya harga minyak di seluruh dunia.

"Hari ini kita melihat bahwa untuk alasan politik yang mutlak, karena ambisi mereka sendiri dan di bawah tekanan dari penguasa Amerika mereka, negara-negara Eropa memberlakukan semakin banyak sanksi baru pada pasar minyak dan gas. Semua ini mengarah pada inflasi, dan alih-alih mengakui kesalahan mereka, mereka mencari cara untuk menempatkan kesalahan di tempat lain," tegas Putin.

Eropa, kata Putin, mencoba menyalahkan inflasi energi pada Rusia. UE menurutnya mencoba untuk menutupi kesalahan sistemik mereka sendiri di bidang ini.

Harga energi di Eropa saat ini terus beranjak naik. Harga energi impor di Italia misalnya, menurut Institut Statistik Nasional (ISTAT), naik pada bulan Maret sebesar 72,5% secara tahunan. Data juga menunjukkan bahwa harga energi meningkat 5,6% dibandingkan Februari.

Italia, yang sangat bergantung pada Rusia untuk kebutuhan energinya, melihat prospek pertumbuhannya memburuk tajam sejak pengenaan sanksi Barat terhadap Moskow. Ekonomi negara itu mengalami kontraksi sebesar 0,2% pada kuartal pertama. Pemerintah Italia memperkirakan pertumbuhan yang jauh lebih rendah tahun ini di tengah meningkatnya inflasi dan hambatan pasokan.

Baca Juga: Putin Ledek Barat: Sanksi Ekonomi terhadap Rusia Gagal

Awal bulan ini, negara itu meluncurkan paket tindakan besar yang ditujukan untuk melindungi perusahaan dan keluarga dari lonjakan biaya energi. Ini juga mencakup langkah-langkah yang bertujuan untuk mengatasi ketergantungan Italia pada gas Rusia pada pertengahan 2024 dan memperpanjang umur empat pembangkit listrik tenaga batu bara hingga dua tahun dan mempercepat peluncuran sumber daya terbarukan.

Negara dengan ekonomi terbesar Eropa lainnya, Jerman, juga dibayangi hal serupa. Presiden asosiasi industri terbesar negara itu, BDI, Siegfried Russwurm, menilai penghentian pengiriman gas Rusia akan membawa bencana bagi ekonomi Jerman.

"Konsekuensi pemutusan pasokan gas Rusia akan menjadi bencana besar," katanya kepada tabloid Bild am Sonntag, yang dikutip Russia Today.

Russwurm menambahkan bahwa langkah seperti itu akan menghilangkan bisnis negara dari bahan bakar, memaksa mereka untuk menutup jalur produksi.

"Sejumlah perusahaan dalam hal ini akan benar-benar terputus dari pasokan gas," katanya. "Dalam banyak kasus, perusahaan yang terkena dampak akan dipaksa untuk menghentikan produksi, beberapa perusahaan mungkin tidak akan pernah dapat memulainya lagi," tambahnya.
(fai)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dikepung Sanksi Barat,...
Dikepung Sanksi Barat, Rusia Malah Cetak Rekor Hampir Semua Warganya Punya Kerjaan!
Hindari Selat Hormuz!...
Hindari Selat Hormuz! India Diam-Diam Gandeng Rusia Buka Jalur Es Ekstrem
Bos Raksasa Minyak Rusia:...
Bos Raksasa Minyak Rusia: AS Untung Besar di Balik Penutupan Selat Hormuz
Daftar Negara Pengguna...
Daftar Negara Pengguna Energi Nuklir Terbesar di Dunia, Siapa Juaranya?
Badai PHK Guncang Inggris...
Badai PHK Guncang Inggris di Tengah Perang AS-Iran, Tembus Rekor Tertinggi 5 Tahun
10 Negara dengan Ketergantungan...
10 Negara dengan Ketergantungan Sumber Daya Alam Tertinggi di Dunia, Ada Indonesia?
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Menkeu AS Sebut Zelensky...
Menkeu AS Sebut Zelensky Bajingan Kecil Bertingkah seperti Mr Bean yang Sakau
Putin Terus Tebar Ancaman,...
Putin Terus Tebar Ancaman, 4 Negara ini Memiliki Bunker Nuklir Teraman di Eropa
Rekomendasi
Jakarta Night Market...
Jakarta Night Market Glodok Diserbu Ribuan Pengunjung, UMKM Raup Untung Besar
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG Indonesia
Ajak Elite Politik Jaga...
Ajak Elite Politik Jaga Stabilitas Politik dan Konsisten Bersikap, Misbakhun: Jangan Ambigu
Berita Terkini
Tamaris Hidro Bidik...
Tamaris Hidro Bidik Dana Rp1 Triliun lewat Sukuk Ijarah
Dukung Pendanaan UMKM,...
Dukung Pendanaan UMKM, Easycash Perkuat Tata Kelola dan Manajemen Risiko
Harga Emas Antam Stagnan...
Harga Emas Antam Stagnan Hari Ini, Buyback Jadi Rp2,4 Juta per Gram
Transformasi Ekonomi...
Transformasi Ekonomi Progresif, Kepala BPS Canangkan Sensus Ekonomi di Maluku Utara
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung Literasi Pasar Modal melalui Seminar Nasional 'Lo Kheng Hong Investment Philosophy'
Bidik Pasar Renovasi...
Bidik Pasar Renovasi Rumah, SIG Perluas Jangkauan Beton Siap Pakai di Perkotaan
Infografis
10 Fakta Konflik AS...
10 Fakta Konflik AS - Venezuela: Perebutan Pengaruh dan Energi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved