alexametrics

Ramal Bakal Ada Pandemi Lebih Dahsyat, Menperin Perkuat Industri Kesehatan

loading...
Ramal Bakal Ada Pandemi Lebih Dahsyat, Menperin Perkuat Industri Kesehatan
Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang akan menggenjot industri farmasi agar tanggap dalam mengantispasi kemungkinan yang buruk terjadi. Foto/Dok
A+ A-
JAKARTA - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mendorong penguatan industri kesehatan Tanah Air, dalam mengantisipasi pandemi yang lebih dahysat ke depannya. Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang memperkirakan setelah virus corona berakhir, akan muncul pandemi penyakit baru.

(Baca Juga: Pandemi Bikin Industri Farmasi dan Alkes Masuk Making Indonesia 4.0)

Ia menerangkan, ketika vaksin dan obat Covid-19 sudah ditemukan, akan ada ada pandemi virus baru yang lebih besar dibandingkan dengan sekarang. Lantaran itu, Ia mengingatkan industri dalam negeri perlu bersiap-siap menghadapi kemungkinan munculnya pandemi penyakit baru dengan menggalakkan produksi alat kesehatan dan farmasi.

"Menurut pandangan pribadi saya, sekali lagi ini mohon ini adalah pandangan pribadi saya. Setelah Covid-19 kita temukan vaksin dan obatnya saya menduga akan ada pandemi baru yang mungkin jauh lebih dahsyat dampaknya kepada kesehatan kita," kata Menperin Agus Gumiwang di Jakarta, Selasa (23/6/2020).



(Baca Juga: Industri Alkes Diharapkan Masuk Program Pengurangan impor 35%)

Oleh karena itu, kata dia pihaknya akan menggenjot industri farmasi agar tanggap dalam mengantispasi kemungkinan yang buruk terjadi. Saat ini saja industri kecil menangan (IKM ) sudah memproduksi alat pelindung diri (apd) serta pembuatan obat agar mengurangi subtitusi impor.



"Kalau kita lihat saat ini industri farmasi kita sudah cepat dan tanggap. Maka dari itu ada penyiapan program industri farmasi yang kita canangkan dan masukkan di 2021," jelasnya

Dia melanjutkan pihaknya juga terus berfokus pada pelaksanaan program penyiapan SDM industri. Anggaran yang dibutuhkan untuk program tersebut sebesar Rp1,01 triliun. Kemenperin juga mendorong digitalisasi pada sektor alat kesehatan dan farmasi agar mampu berproduksi lebih efisien.
(akr)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top