Insurtech Permudah Nasabah Beli Produk Asuransi Secara Online
Jum'at, 17 Juni 2022 - 12:12 WIB
loading...
Ilustrasi foto/pexels/kindel media
A
A
A
JAKARTA - Pesatnya perkembangan teknologi digital memungkinkan produk apapun bisa dibeli secara daring atau online. Setelah booming startup teknologi keuangan atau fintech , di dunia asuransi pun juga hadir Insurtech alias asuransi digital, di mana nasabah bisa membeli produk asuransi secara online.
Roojai, startup Insurtech terkemuka asal Thailand, turut hadir di Indonesia dan memperkenalkan produk asuransi terbarunya yaitu asuransi Penyakit Kritis.
Mudah dibeli dan dikostumisasi secara online, pelanggan dapat memilih paket asuransi untuk penyakit kritis serta menambahkan perlindungan tambahan sesuai dengan anggaran yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan biaya medis serta gaya hidup.
Di Indonesia sendiri, rasio out-of-pocket (biaya pengobatan diluar coverage asuransi yang harus ditanggung sendiri) cukup signifikan yaitu lebih dari 30%, dan hal ini terlepas dari keberhasilan peluncuran asuransi Badan Penyedia Jaminan Sosial (BPJS).
Sebagai perbandingan, Thailand yang juga menjalankan sistem perawatan sosial universal, mengalami rasio out-of-pocket sebesar 12%.
Baca juga: OJK Ungkap Modal Penting yang Perlu Dijaga Industri Asuransi
Kurangnya cakupan asuransi, jelas dipertaruhkan mengingat industri yang semakin matang dan mengejar negara tetangga di ASEAN. Sebagai catatan, penetrasi asuransi di Indonesia baru berkisar di angka 3% pada 2021.
Roojai, startup Insurtech terkemuka asal Thailand, turut hadir di Indonesia dan memperkenalkan produk asuransi terbarunya yaitu asuransi Penyakit Kritis.
Mudah dibeli dan dikostumisasi secara online, pelanggan dapat memilih paket asuransi untuk penyakit kritis serta menambahkan perlindungan tambahan sesuai dengan anggaran yang dimiliki untuk memenuhi kebutuhan biaya medis serta gaya hidup.
Di Indonesia sendiri, rasio out-of-pocket (biaya pengobatan diluar coverage asuransi yang harus ditanggung sendiri) cukup signifikan yaitu lebih dari 30%, dan hal ini terlepas dari keberhasilan peluncuran asuransi Badan Penyedia Jaminan Sosial (BPJS).
Sebagai perbandingan, Thailand yang juga menjalankan sistem perawatan sosial universal, mengalami rasio out-of-pocket sebesar 12%.
Baca juga: OJK Ungkap Modal Penting yang Perlu Dijaga Industri Asuransi
Kurangnya cakupan asuransi, jelas dipertaruhkan mengingat industri yang semakin matang dan mengejar negara tetangga di ASEAN. Sebagai catatan, penetrasi asuransi di Indonesia baru berkisar di angka 3% pada 2021.
Lihat Juga :