Petani Sawit Teriak Anjloknya Harga TBS, Begini Respons Mendag Zulhas
Rabu, 22 Juni 2022 - 13:55 WIB
loading...
Mendag Zulhas menjawab keresahan petani sawit seputar harga Tandan Buah Segar (TBS) yang belum juga pulih, m?ski larangan ekspor CPO telah dicabut oleh pemerintah. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Semenjak adanya larangan ekspor crude palm oil (CPO) yang diberlakukan pada beberapa bulan lalu, harga Tandan Buah Segar (TBS) petani sawit mengalami penurunan yang cukup drastis dari harga sebelumnya. Padahal saat itu harga CPO dunia sedang tinggi-tingginya, namun karena adanya larangan ekspor CPO, praktis membuat TBS para petani sawit tidak terserap oleh produsen CPO.
Baca Juga: Respons Pernyataan Mendag, Petani Sawit: Mafia dan Permainan Harga Benar Terjadi
Meski kemudian larangan ekspor CPO telah dicabut oleh pemerintah, namun harga TBS belum juga pulih. Terkait hal itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan atau Zulhas menyampaikan, dengan sudah dibukanya keran ekspor, ketersediaan minyak goreng di pasar juga sudah melimpah, harga TBS petani bisa terkerek naik.
"Ini maksudnya kita keliling ini itu, kalau minyaknya lancar, produsen lancar, jualannya lancar, ekspor lancar, akhirnya beli lagi, TBS akhirnya harganya naik," kata Mendag Zulhas di pasar Klender, Jakarta Timur, Rabu (22/6/2022).
Menurut Zulhas salah satu upaya untuk kembali meningkatkan harga TBS di tingkat petani adalah dengan cara mempercepat proses distribusi minyak goreng curah ke masyarakat.
"Kalau ini tidak lancar, Tanki CPO ini masih penuh, tidak bisa beli TBS kan, makanya kita percepat (distribusinya)," lanjut Zulhas.
Bahkan Mendag menargetkan, saat ini produksi minyak goreng bisa tembus 300 ribu ton perbulan. Untuk percepatan distribusi, minyak goreng curah bakal menyasar ritel modern, dengan mengubahnya menjadi minyak goreng kemasan sederhana.
Baca Juga: Respons Pernyataan Mendag, Petani Sawit: Mafia dan Permainan Harga Benar Terjadi
Meski kemudian larangan ekspor CPO telah dicabut oleh pemerintah, namun harga TBS belum juga pulih. Terkait hal itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan atau Zulhas menyampaikan, dengan sudah dibukanya keran ekspor, ketersediaan minyak goreng di pasar juga sudah melimpah, harga TBS petani bisa terkerek naik.
"Ini maksudnya kita keliling ini itu, kalau minyaknya lancar, produsen lancar, jualannya lancar, ekspor lancar, akhirnya beli lagi, TBS akhirnya harganya naik," kata Mendag Zulhas di pasar Klender, Jakarta Timur, Rabu (22/6/2022).
Menurut Zulhas salah satu upaya untuk kembali meningkatkan harga TBS di tingkat petani adalah dengan cara mempercepat proses distribusi minyak goreng curah ke masyarakat.
"Kalau ini tidak lancar, Tanki CPO ini masih penuh, tidak bisa beli TBS kan, makanya kita percepat (distribusinya)," lanjut Zulhas.
Bahkan Mendag menargetkan, saat ini produksi minyak goreng bisa tembus 300 ribu ton perbulan. Untuk percepatan distribusi, minyak goreng curah bakal menyasar ritel modern, dengan mengubahnya menjadi minyak goreng kemasan sederhana.
Lihat Juga :