Rusia dan China Membangun Pipa Gas Raksasa dengan Julukan Power of Siberia
Rabu, 27 Juli 2022 - 14:17 WIB
loading...
China dan Rusia sedang dalam tahap akhir pembangunan jaringan pipa raksasa pertama yang dapat mengirim gas dari Siberia ke Shanghai. Foto/Dok
A
A
A
BEIJING - China dan Rusia sedang dalam tahap akhir pembangunan jaringan pipa gas raksasa pertama yang dapat mengirim gas dari Siberia ke Shanghai. Julukannya 'Power of Siberia' untuk bagian yang berlokasi di Rusia, yang menurut media pemerintah China, sudah mulai mengirimkan gas alam ke China bagian utara.
Baca Juga: Balik Melawan Rusia, Eropa Sepakat Mengurangi 15 Persen Penggunaan Gas
Bagi China, pipa mengalir di sisi timur negara itu, melewati Ibu Kota Beijing dan turun ke Shanghai. Fase tengah mulai beroperasi pada Desember 2020, dan bagian selatan yang menjadi paling buncit untuk memulai pengiriman gas pada tahun 2025, demikian disampaikan media pemerintah.
Perusahaan energi milik negara, Gazprom Rusia dan China National Petroleum Corp., telah membangun pipa tersebut selama sekitar delapan tahun terakhir.
Kabar mengenai pipa China-Rusia mencuat ketika Moskow menghadapi ancaman kehilangan pembelian gas alam dari Uni Eropa, pelanggan besar yang berencana memangkas dua pertiga dari impor gas Rusia setelah perang Ukraina.
Baca Juga: Siapa Negara Penadah Gas Rusia Paling Banyak, Urutan Pertama Ada di Eropa
China sendiri telah berusaha untuk mendiversifikasi sumber energinya. Beijing telah menolak untuk mengutuk Moskow atas invasinya yang tidak beralasan ke Ukraina pada akhir Februari.
Baca Juga: Balik Melawan Rusia, Eropa Sepakat Mengurangi 15 Persen Penggunaan Gas
Bagi China, pipa mengalir di sisi timur negara itu, melewati Ibu Kota Beijing dan turun ke Shanghai. Fase tengah mulai beroperasi pada Desember 2020, dan bagian selatan yang menjadi paling buncit untuk memulai pengiriman gas pada tahun 2025, demikian disampaikan media pemerintah.
Perusahaan energi milik negara, Gazprom Rusia dan China National Petroleum Corp., telah membangun pipa tersebut selama sekitar delapan tahun terakhir.
Kabar mengenai pipa China-Rusia mencuat ketika Moskow menghadapi ancaman kehilangan pembelian gas alam dari Uni Eropa, pelanggan besar yang berencana memangkas dua pertiga dari impor gas Rusia setelah perang Ukraina.
Baca Juga: Siapa Negara Penadah Gas Rusia Paling Banyak, Urutan Pertama Ada di Eropa
China sendiri telah berusaha untuk mendiversifikasi sumber energinya. Beijing telah menolak untuk mengutuk Moskow atas invasinya yang tidak beralasan ke Ukraina pada akhir Februari.
Lihat Juga :