Raksasa Produsen Aluminium Rusia Teriak Kena Imbas Perang Ukraina
Senin, 15 Agustus 2022 - 13:33 WIB
loading...
Perusahaan raksasa aluminium asal Rusia, Rusal teriak terkait hambatan proses produksi yang dialaminya usai Moskow mengirim pasukan ke Ukraina pada 24 Februari, lalu. Foto/Dok
A
A
A
MOSKOW - Perusahaan raksasa aluminium asal Rusia , Rusal melaporkan lonjakan biaya produksi sebesar 33% pada paruh pertama tahun 2022. Hal ini disebabkan oleh penghentian produksi pada sebuah kilang di Ukraina dan larangan Australia terhadap ekspor alumina dan bauksit ke Rusia.
Baca Juga: Gas Rusia Distop, Eropa Pakai Cara Paling Kotor untuk Menghasilkan Energi
Produsen aluminium terbesar dunia di luar China telah mengalami masalah ini sejak Maret, tak lama setelah Moskow mengirim pasukan ke Ukraina yang mendorong gelombang sanksi Barat terhadap ekonomi Rusia.
Perusahaan mengatakan, biaya produksi aluminium melonjak menjadi USD2.028 per ton dalam enam bulan hingga akhir Juni.
"Larangan ekspor alumina ke Rusia yang diberlakukan oleh pemerintah Australia, serta penangguhan produksi di Kilang Nikolaiev (Mykolaiv) Alumina karena peristiwa di Ukraina, berdampak negatif pada pasokan bahan baku untuk produksi aluminium dan menyebabkan peningkatan biaya," kata Rusal dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga: Gas Rusia Distop, Eropa Pakai Cara Paling Kotor untuk Menghasilkan Energi
Produsen aluminium terbesar dunia di luar China telah mengalami masalah ini sejak Maret, tak lama setelah Moskow mengirim pasukan ke Ukraina yang mendorong gelombang sanksi Barat terhadap ekonomi Rusia.
Perusahaan mengatakan, biaya produksi aluminium melonjak menjadi USD2.028 per ton dalam enam bulan hingga akhir Juni.
"Larangan ekspor alumina ke Rusia yang diberlakukan oleh pemerintah Australia, serta penangguhan produksi di Kilang Nikolaiev (Mykolaiv) Alumina karena peristiwa di Ukraina, berdampak negatif pada pasokan bahan baku untuk produksi aluminium dan menyebabkan peningkatan biaya," kata Rusal dalam sebuah pernyataan.
Lihat Juga :