Mendes Ungkap Perempuan Desa Jadi Kunci Kedaulatan Pangan

Minggu, 16 Oktober 2022 - 21:00 WIB
loading...
Mendes Ungkap Perempuan Desa Jadi Kunci Kedaulatan Pangan
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar. FOTO/dok.Istimewa
A A A
JAKARTA - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menegaskan bahwa perempuan desa merupakan faktor penting meningkatkan kedaulatan pangan , bukan hanya bagi desa, tapi juga untuk kedaulatan pangan nasional, serta ketahanan pangan global.

Selain itu, kepeloporan perempuan desa sangat menentukan pencapaian tujuan SDGs Desa. Hal tersebut disampaikan Mendes saat memperingati Hari Perempuan Desa Sedunia 2022 yang jatuh pada 15 Oktober, di Jakarta, Sabtu (15/10/2022).

Baca Juga: Jokowi Jamin Ketercukupan Pangan Nasional di Tengah Ancaman Krisis Global

Mendes PDTT juga mengungkapkan peran penting perempuan desa secara keseluruhan semakin diakui dunia. Perempuan desa, lanjut dia, adalah kontributor penting dalam produksi pertanian, ketahanan pangan dan nutrisi, pengelolaan lahan, sumber daya alam, dan ketahanan iklim.

Merujuk pada laporan UN Women (2021) yang menegaskan bahwa dengan memberi kesempatan yang sama pada perempuan dan laki-laki, dapat meningkatkan produksi pertanian sebesar 2,5 hingga 4 persen. Keterlibatan perempuan dalam ranah ekonomi juga dapat mengatasi kekurangan gizi antara 12 sampai 17 persen.

Di desa, lanjut Gus Halim, pada tahun 2022 ini kelompok wanita tani (KWT) mendapat peluang besar, lantaran Perpres 104/2021 mewajibkan minimal 20 persen dana desa, dibelanjakan bagi kegiatan ketahanan pangan.

“Karena itulah, untuk pertama kalinya, saya, atas nama Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, demi menghormati perempuan desa sang mentor generasi, nafas pembangunan desa. Dengan ini, kami lokalkan, International Day of Rural Women. Sehingga tanggal 15 Oktober, diperingati, sebagai Hari Perempuan Desa Se-Dunia,” tegas Mendes PDTT.

Mendes PDTT menjelaskan, berbagai problem yang dihadapi perempuan desa, mulai sosial ekonomi, pendidikan, kesehatan, hingga kesempatan kerja, sebagian besar bermula dari ketidakadilan, peminggiran, bahkan marginalisasi karena peran gendernya.

Semestinya, hal itu tidaklah terjadi, karena perempuan adalah bagian kembar laki-laki. Menurut Mendes PDTT, sebenarnya adalah perempuan adalah penolong laki-laki, pun begitu, laki-laki adalah penolong bagi perempuan. Laki-laki dan perempuan adalah dua sisi mata uang. Keduanya, berbeda tapi memiliki nilai yang sama.

Lebih lanjut dijelaskan bahwa dalam negara demokrasi, yang memegang teguh prinsip-prinsip governance, semua kondisi yang kurang menguntungkan bagi perempuan, diyakini berpangkal pada partisipasi perempuan dalam pembangunan.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2924 seconds (11.252#12.26)