Buwas Tagih Janji Kementan Setor Beras ke Bulog 500.000 Ton

Rabu, 23 November 2022 - 22:37 WIB
loading...
Buwas Tagih Janji Kementan Setor Beras ke Bulog 500.000 Ton
Direktur Utama Bulog Budi Waseso menagih janji Kementan menyediakan beras 500.000 ton. FOTO/dok.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Direktur Utama Bulog Budi Waseso (Buwas) menagih janji Kementerian Pertanian (Kementan) untuk menyediakan beras 500.000 ton menyusul rendahnya serapan Bulog. Kementan sebelumnya berjanji menyediakan beras agar dibeli Bulog dalam waktu kurang lebih sepekan.

"Bahkan pada saat itu ada yang janji di depan Pak Menko bahwa kurun waktu tidak sampai seminggu akan menyetor beras 500.000 ton beras ke Bulog," ungkap Buwas saat rapat dengar pendapat bersama Komisi IV DPR, di Jakarta, Rabu (23/11/2022).

Baca Juga: 500 Ton Beras Bulog Digondol Kepala Gudang, Buwas: Langsung Copot

Menurut dia Bulog menyanggupi membayar sebanyak 1 juta ton stok beras, jika jumlahnya bisa disediakan Kementan. Adapun BUMN pangan itu memang tidak mampu menyerap 1,2 juta ton beras dari petani lokal karena stok gabah di tingkat petani mulai menipis hingga harga gabah mulai mengalami kenaikan. Sehingga serapan beras Bulog saat ini mencapai 594.856 ton atau paling rendah dibandingkan serapan beras sebelumnya.

"Karena waktu itu ada di dalam forum rakortas pak, jadi sudah disepakati dan kami siapkan, bahwa kami siap membelinya, bahkan 1 juta pun kami siapkan anggarannya, walaupun anggarannya utang, tapi kesimpulan bahwa Bulog siap menyerap dalam negeri," terang dia.

Hingga kini, Bulog menargetkan serapan beras dalam negeri sebesar 550.000 ton, meski belum terealisasi. Serapan beras disesuaikan dengan harga pasar atau komersial senilai Rp10.200 dan bukan harga Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Baca Juga: Gempa Guncang Jakarta, Sidang Pembunuhan Brigadir J Terhenti Sejenak

Lebih lanjut, Buwas mengatakan telah melakukan pendekatan kepada pengusaha beras agar bisa mendapat stok beras. Hanya saja, pengusaha swasta tidak bersedia memberikan meski dengan harga komersil. Sikap tersebut lantaran pengusaha menjaga supply untuk pasarnya.

"Ini fakta di lapangan seperti itu, bukan kita tidak berpihak kepada petani, justru saya sangat berpihak kepada petani. Buktinya, 4 tahun terakhir Bulog, CBP dari dalam negeri, tidak pernah kita impor, karena barangnya ada walau mahal. Kita tetap beli," jelas dia.

(nng)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1527 seconds (10.177#12.26)