Harga Minyak Melandai, Pasar Pantau Rencana G7 Batasi Stok Rusia

Kamis, 24 November 2022 - 10:52 WIB
loading...
Harga Minyak Melandai, Pasar Pantau Rencana G7 Batasi Stok Rusia
Harga minyak mentah hari ini kembali terkoreksi. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Harga minyak mentah atau crude oil hari ini kembali mengalami pelemahan. Kondisi ini terjadi saat pasar minyak tengah mencermati dampak dari rencana negara-negara G7 untuk membatasi harga minyak Rusia dengan kisaran lebih tinggi.

Data perdagangan hingga pukul 10:01 WIB menunjukkan minyak Brent di Intercontinental Exchange (ICE) untuk kontrak Januari 2023 koreksi 0,09% di USD85,33 per barel.

Sedangkan minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) di New York Mercantile Exchange (NYMEX) untuk pengiriman Januari merosot 0,5% sebesar USD77,59 per barel.

Baca juga: Perang Rusia Ukraina Mengubah Wajah Perdagangan Minyak Global

Secara historis, kedua kontrak utama tersebut anjlok lebih dari 3% pada Rabu (23/11) di tengah berita bahwa batas harga yang direncanakan G7 atas sanksi terhadap Rusia dapat berada di atas level pasar saat ini.

G7 melihat batas atas minyak lintas laut Rusia di kisaran USD65-USD70/barel, menurut seorang pejabat Eropa, meskipun belum ada pernyataan resmi dari otoritas Uni Eropa mengenai masalah ini.

Analis memproyeksikan kisaran tersebut akan lebih tinggi dari perkiraan pasar, kata analis komoditas Commonwealth Bank Vivek Dhar dalam sebuah laporan. Hal itu, sambung dia, akan mengurangi risiko gangguan pasokan global.

"Jika UE menyetujui batas harga minyak USD65-USD70/bbl minggu ini, kami melihat perkiraan harga minyak kami sebesar USD95 per barel kuartal ini," ujarnya, dilansir Reuters, Kamis (24/11/2022).

Baca juga: Harga Minyak Bergolak, Pasar Cermati Cadangan Rusia Jelang Pemberlakuan Sanksi

Hingga kini harga minyak masih berada di bawah tekanan setelah Badan Administrasi Informasi Energi ((EIA) menyebut ada peningkatan persediaan bensin dan sulingan di Amerika Serikat (AS). Kenaikan stok membawa relaksasi bagi pasar yang sempat cemas akan adanya pengetatan kebijakan.
(ind)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1899 seconds (11.210#12.26)