Tak Dapat Gaji Tambahan Rp600 Ribu dari Pemerintah Harap Tenang, Menkeu Beri Bansos
Senin, 10 Agustus 2020 - 17:23 WIB
Pemerintah tengah menyiapkan bantuan sosial (bansos) lainnya untuk para pekerja yang tidak mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) Rp600 ribu yang merupakan bagian dari program pemulihan ekonomi Indonesia. Foto/Dok
JAKARTA - Pemerintah tengah menyiapkan bantuan sosial (bansos) lainnya untuk para pekerja yang tidak mendapatkan bantuan langsung tunai (BLT) Rp600 ribu yang merupakan bagian dari program pemulihan ekonomi Indonesia. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, bagi pegawai yang tidak terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan diharapkan datanya sudah masuk dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang dikelola oleh Kementerian Sosial (Kemensos).
(Baca Juga: Pegawai Dikasih Rp600 Ribu/Bulan Tidak Akan Meningkatkan Konsumsi, Malah Disimpan )
Adapun data itu nantinya akan mendapatkan beragam bantuan sosial. Nantinya pemerintah memberikannys melalui berbagai program yang sudah diterima seperti Program Keluarga Harapan (PKH) serta sembako.
"Nanti dapat PKH, sembako, lalu plus 9 juta non PKH non sembako, plus BLT Desa, jumlahnya tadi 10 juta, 20 juta plus 9 juta, plus 11 juta di desa itu sudah tercover, dan plus 5,6 juta untuk Kartu Pra Kerja. Totalnya sudah meliputi seluruh masyarakat hingga mendekati 60-70 juta kelompok penerimanya, kalau ditambah 13 juta kita berharap semua sudah tercover secara menyeluruh dari berbagai programnya," ujar Menkeu Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (10/8/2020).
(Baca Juga: Pegawai Dikasih Rp600 Ribu/Bulan Tidak Akan Meningkatkan Konsumsi, Malah Disimpan )
Adapun data itu nantinya akan mendapatkan beragam bantuan sosial. Nantinya pemerintah memberikannys melalui berbagai program yang sudah diterima seperti Program Keluarga Harapan (PKH) serta sembako.
"Nanti dapat PKH, sembako, lalu plus 9 juta non PKH non sembako, plus BLT Desa, jumlahnya tadi 10 juta, 20 juta plus 9 juta, plus 11 juta di desa itu sudah tercover, dan plus 5,6 juta untuk Kartu Pra Kerja. Totalnya sudah meliputi seluruh masyarakat hingga mendekati 60-70 juta kelompok penerimanya, kalau ditambah 13 juta kita berharap semua sudah tercover secara menyeluruh dari berbagai programnya," ujar Menkeu Sri Mulyani dalam video virtual, Senin (10/8/2020).
Lihat Juga :