Menko Airlangga: Peran RI dalam Perlindungan Lingkungan & Pembangunan Berkelanjutan Sangat Nyata

Jum'at, 16 April 2021 - 09:39 WIB


Dijelaskan pula bahwa Indonesia, selalu berkomitmen dan mendukung serta turut aktif secara global dalam perlindungan alam dan keanekaragaman hayati, untuk menghentikan dampak buruk perubahan iklim dengan mengurangi tingkat emisi dan pada saat yang sama mempercepat program pengentasan kemiskinan yang juga penting untuk dilakukan.

Berbagai upaya yang dilakukan Pemerintah Indonesia dalam mewujudkan produksi dan perdagangan yang berkelanjutan juga dijelaskan diantaranya: penerapan sistem jaminan legalitas kayu dan minyak sawit berkelanjutan (ISPO), upaya mengurangi kayu illegal dan deforestasi, upaya restorasi dan rehabilitasi lahan gambut serta penetapan lahan konservasi. "Indonesia akan memimpin dengan memberikan contoh (leading by example)”, kata Menko Airlangga.

Indonesia telah mengambil langkah-langkah konkret sebagai negara pertama yang mengimplementasikan Voluntary Partnership Agreement (VPA) on Forest Law Enforcement, Governance and Trade (FLEGT) bersama Uni Eropa dan Inggris. Pada tahun 2020, Indonesia juga telah berhasil menurunkan 91,84% luas area kebakaran lahan dibandingkan tahun sebelumnya. Jika dibandingkan dengan negara-negara lain, kebakaran hutan di Indonesia pada tahun lalu adalah seluas 300.000 hektar, sementara itu di Amerika Serikat seluas 3,5 juta hektar, di Uni Eropa seluas 400.000 hektare, hutan amazon seluas 2,2 juta dan 18,6 juta hektar di Australia pada periode yang sama. Seluruh aksi-aksi ini dilakukan dalam upaya pengurangan 29% emisi di 2030 dan bahkan bukan tak mungkin dengan dukungan kerjasama Internasional diperkirakan dapat dikurangi hingga 41% emisi

di 2030.



Menko Airlangga menyampaikan perlunya kesamaan informasi, pengetahuan dan persepsi dari seluruh negara agar tindakan-tindakan yang bersifat diskriminasi terhadap upaya mewujudkan produksi dan perdagangan yang berkelanjutan harus dihilangkan.

“Kita semua tentunya sepakat bahwa isu ancaman perubahan iklim dan kelestarian lingkungan tak dapat diselesaikan tanpa kerjasama dan kolaborasi dari seluruh negara di dunia. Upaya ini tentunya dilakukan bersamaan dengan keinginan negara untuk mensejahterakan rakyatnya”, ujar Airlangga.

Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi group (group discussion) yang diikuti oleh seluruh peserta, dengan beberapa tema terpilih yaitu: (1) market and trade development, (2) dukungan untuk small holder, (3) traceability & transparency, dan (4) research, innovation and technology. Di akhir kegiatan First Ministerial Roundtable, pertemuan di oleh Wakil Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Alue Dohong.
(nng)
Halaman :
tulis komentar anda
Video Rekomendasi
Berita Terkait
Rekomendasi
Terpopuler
Berita Terkini More